WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Para murid tidak dapat bersekolah dan para pegawai tidak dapat ke kantor. Komunitas yang setiap hari melajo dari rumah ke sekolah dan ke kantor ini, terkendala karena akses hubungan darat terputus oleh bencana banjir Kali Wiroko di Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.
Bila menunggu sampai air banjir surut, dipastikan jam bersekolah dan berkantor mereka terlambat. Sejumlah pedagang yang akan berniaga ke pasar, memilih kembali pulang untuk tidak beraktivitas. Ini terjadi, karena terpancang jam pagi sebagai waktu keramaian berdagang. Mereka mengatakan, bila siang sedikit, kondisi pasar sudah sepi.
Seperti diberitakan, genangan banjir dari salah satu anak sungai Bengawan Solo tersebut, telah menggenangi ratusan hektare (Ha) lahan pertanian petani dan puluhan rumah penduduk. Juga memutuskan akses hubungan darat antarkecamatan (Kecamatan Nguntoronadi, Tirtomoyo, Batuwarno dan Baturetno) di wilayah Kabupaten Wonogiri. Juga memutuskan hubungan darat di jalur antarprovinsi Wonogiri (Jateng)-Pacitan (Jatim).
Kali Wiroko mengalir dari hulu Hutan Kahyangan, Desa Dlepih, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri, dan bermuara di wilayah genangan perairan Waduk Gajahmungkur di wilayah Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri. Dampak dari hujan tanpa henti sejak Selasa malam (14/4/26) sampai Rabu dini hari (15/4/26), telah menyebabkan Kali Wiroko meluap.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri, Fuad Wahyu Pratama, menyatakan, sejauh ini dampak banjir Kali Wiroko tidak menimbulkan korban jiwa. Warga yang tergenang banjir, melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman.
Buka Tutup
Di Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri, banjir Kali Wiroko menggenangi wilayah Desa Bulurejo, menenggelamkan ruas jalan antarprovinsi Wonogiri (Jateng)-Pacitan (Jatim) di Dusun Karangturi dan Dusun Krapyak. Air mulai menggenangi jalan Pukul 01.00. Pukul 04.00 arus lalu lintas macet total. ”Kondisi Pukul 06.15, jalan sudah mulai dapat dilalui kendaraan secara bergantian (sistem buka-tutup),” jelas Kepala BPBD Wonogiri Fuad Wahyu Pratama.
Untuk ruas Jalan Karangturi-Tirtomoyo, masih lumpuh total, karena genangan banjir di Dusun Sambeng masih relatif tinggi dan membahayakan bila dilalui kendaraan. Di Desa Sendang Mulya, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri, banjir menggenangi Dusun Klepu RT 01/08, merendam 8 unit rumah warga. Para penghuninya, dilaporkan telah melakukan evakuasi mandiri.
Sementara itu yang di Karangturi wilayah Kecamatan Nguntoronadi, dilaporkan setidak-tidaknya ada 24 rumah warga yang tergenangi banjir. Utamanya yang bermukim di wilayah RT 3.
Kepala BPBD Kabupaten Wonogiri, Fuad Wahyu Pratama, menyatakan, penanganan bencana banjir Kali Wiroko dilakukan oleh Pusdalops BPBD bersama aparat TNI, Polri dan Relawan. Juga melibatkan aparat dari Kantor Kecamatan dan para Perangkat Desa serta tokoh masyarakat.
Penerangan Kodim (Pendim) 0728 Wonogiri Peltu Indra, menyatakan, Dandim Letkol Inf Rodricho Ivan Pattihahuan telah menerunakan personel prajurit di tingkat Koramil, untuk terlibat langsung membantu penanganan banjir.
Di Karangturi, petugas gabungan melakukan pengaturan buka tutup kendaraan secara bergantian dalam jumlah terbatas, sebagai upaya memulihkan kelancaran kemacetan. Bersama itu, petugas gabungan juga melaksanakan tindakan evakuasi penyisiran terhadap masyarakat terdampak, utamanya yang rumah-rumahnya terendam banjir.
Pemantauan secara intensif, dilakukan terhadap debit air di wilayah hulu dan titik-titik genangan jalan. Kepala BPBD Kabupaten Wonogiri Fuad Wahyu Pratama, menyatakan, kebutuhan mendesak adalah bantuan logistik bagi warga terdampak. Juga bantuan peralatan evakuasi untuk melakukan tindakan water rescue. Kepada masyarakat, diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya bencana susulan. Utamanya, bila terjadi lagi hujan yang turun tanpa hentik dalam tempo yang lama.(Bambang Pur)













