WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Bupati Setyo Sukarno, minta agar para tokoh lintas agama yang menjadi pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), tetap berkomitmen membantu Pemkab Wonogiri dalam menjaga kondusifitas daerah
Disebutkan oleh Bupati, selama ini situasi Wonogiri sebagai kabupaten yang berada di ujung tenggara Provinsi Jawa Tengah (Jateng), dalam kondisi aman dan terkendali. Angka gesekan antarkelompok dan agama, tidak pernah ada karena peran serta dari para tokoh lintas agama. Utamanya peran dari 17 pengurus FKUB yang selama ini solid.
Kata Bupati, walaupun efisien tengah dilakukan, tapi Alhamdulilah kondisi wilayah kita relatif tenang. ”Tidak ada gesekan-gesekan antar umat beragama, kami berterima kasih banyak kepada FKUB, ” tegas Bupati Setyo. Penegasan orang pertama di Kabupaten Wonogiri ini, Rabu (15/4/26), disampaikan saat menerima para kedatangan para pengurus FKUB Wonogiri di ruang kerjanya.
Kepada para tokoh lintas agama yang tergabung dalam FKUB, Bupati, menegaskan Pemkab Wonogiri tidak akan menaikkan pajak dan retribusi daerah. Kebijakan ini, tambah Bupati, perlu didukung semua elemen masyarakat, termasuk FKUB untuk memberikan pencerahan kepada warga. Utamanya kepada masyarakat yang belum mengetahui program Pemkab Wonogiri terkait pajak dan retribusi.
“Prinsipnya kita tidak ingin menambah beban masyarakat atau para wajib pajak, maka perlu dipahami tidak ada kenaikan (pajak dan retribusi),” tegas Bupati Wonogiri Setyo Sukarno.
Rombongan para tokoh lintas agama Wonogiri yang menghadap Bupati, dipimpin Ketua FKUB Kabupaten Wonogiri Ust Zainal Abidin.
Disebutkan Zainal, pertemuan anggotanya dengan Bupati Wonogiri ini, tidak ada agenda khusus kecuali hanya audensi sekaligus silaturahmi Syawalan.
Itu dilakukan, karena rencana open house di Hari Lebaran Idul Fitri 1447 H (2026 M) batal digelar. ”Hari ini, kawan-kawan bisa kumpul, maka kita manfaatkan bisa beramah ramah dengen Bupati,” terang Zainal.(Bambang Pur)













