blank
Pengurus KONI Kabupaten Magelang bersama pengurus KONI Temanggung, Senin (13/4/26). Foto: dok

KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID) –
Pengurus KONI Kabupaten Magelang melakukan studi komparasi ke beberapa daerah. Itu dilakukan untuk persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Oktober 2026 di Semarang Raya.

Pengurus KONI Kabupaten Magelang, Nunung Zudianto, mengatakan, Ketua umum KONI mendelegasikan kepada pengurus untuk berkunjung ke beberapa daerah. Hal itu karena Bupati Grengseng Pamuji menghendaki bisa tahu perkembangan KONI di sekitar Kabupaten Magelang. “Dalam ring kita berkompetisi, dalam satu wilayah kita bersama-sama memajukan bidang olahraga secara maksimal,” kata dia ketika di KONI Temanggung, Senin (13/4/26).

Bupati juga menginginkan dilakukan studi komparasi. Untuk bersama-sama mengembangkan olahraga dan berjumpa di Porprov yang akan dilaksanakan Oktober 2026. “Kalau bisa kita meraih ranking satu atau dua,” guraunya.

Nunung menambahkan, hasil studi komparasi untuk oleh-oleh demi kemajuan. Dana hibah KONI Magelang Rp 2,5 miliar. Masih akan mengejar dana perubahan APBD.

Pengurus bidang Media dan Humas, Agus Arianto, menambahkan, menerima pesan dari Bupati untuk banyak belajar. Baik di pembinaan maupun sarana prasarana. “Kita satu rumpun, permasalahannya tidak jauh beda. Kelebihan yang dimiliki KONI Temanggung untuk motivasi. Akan diberikan ke Bappeda atau yang lain untuk bisa memberikan perhatian,” tuturnya.

Dia memuji KONI Temanggung yang telah memiliki sarana prasarana yang luar biasa. KONI sudah punya bangunan kantor sendiri.

Memang Kabupaten Magelang memiliki sarana GOR baru, yakni Pakubumi. Untuk pembelian tanah Rp 6 miliar, kemudian dibiayai Rp 32 miliar, Rp 6 miliar, dan Rp 8 miliar. Kini beberapa sarana belum selesai. “Alhamdulillah berbenah dari awal. Kalau sini sarana sudah tersedia,” katanya.

Disebutkan, saat ini dana hibah Rp 2,5 miliar. Masih akan mengejar perubahan anggaran untuk memberi tali asih atlet. “Maka kami ingin tahu, untuk perbandingan,” kata Agus.

blank
Pengurus KONI Kabupaten Magelang bersama pengurus KONI Kabupaten Wonosobo, Senin (13/4/26). Foto: dok

Pengurus KONI Temanggung, Tommy Eko Kartika, ketika menerima kunjungan dari KONI Kabupaten Magelang, Senin (13 April 26), menyambut baik kunjungan tersebut. Bisa bermanfaat untuk berdiskusi dan saling ngangsu kaweruh (menimba ilmu). “Mungkin kami banyak kekurangan bisa belajar dari panjenengan,” katanya.

Disebutkan, anggaran dana hibah tahun ini Rp 2,5 miliar. Belum menganggarkan tali asih Porprov. “Karena belum pegang uang, belum berani menyebutkan peraih medali akan mendapat berapa,” katanya.

Sedangkan untuk Porprov tahun 2030 menargetkan peraih medali emas akan mendapat tali asih Rp 50 juta, perak Rp 20 juta, perunggu Rp 12 juta. Pelatih dan ofisial mendapat 13 persennya.

Wakil Ketua I KONI Temanggung, Endro Suwarso, menuturkan,
menjelang Porprov akan mengadakan training center. Juni akan dilakukan tes kebugaran. Bekerja sama dengan Dinas Kesehatan.

Misalnya dalam 12 menit bisa lari berapa putaran. KONI akan menambah kebugaran atlet. Juga akan dilakukan monitoring bagi seluruh Cabor, pengurus KONI turun. Itu untuk mengetahui kekurangannya apa.

Ketika berkunjung ke KONI Wonosobo diterima oleh ketuanya, Khozin, bersama sejumlah pengurus. Dia mengatakan, selama ini banyak pengurus KONI daerah lain yang ke Wonosobo. Karena melihat, anggarannya sedikit, tetapi tetap bisa berjalan.

Disebutkan pada Porprov mendatang akan memberangkatkan 100 atlet dan 52 ofisial. Dari segi anggaran dan prestasi kalah jauh dari Kabupaten Magelang. “Tapi kami percaya diri. Sekalipun anggarannya sedikit, tapi harus memberangkatkan atlet, pelatih dan ofisial ke Porprov. Kami tidak berkecil hati,” katanya.

Prinsipnya, walau dengan anggaran sedikit, tetapi bisa berkontribusi. Meski nanti hasilnya seperti apa, tidak usah nganeh-nganehi (bertingkah aneh).

“Sebab kalau tiba-tiba prestasinya sangat bagus, bisa dikira membeli atlet,” katanya.

Eko Priyono