TEGAL (SUARABARU.ID) – DPRD Kota Tegal menyambut baik pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Tegalsari Kota Tegal.
“Pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Tegalsari yang sebelumnya dikenal sebagai Pelabuhan Perikanan Pantai atau PPP Tegalsari di Kota Tegal menjadi agenda krusial bagi Pemerintah Pusat maupun Daerah,” kata Sekretaris Komisi II DPRD Kota Tegal yang ketua Paguyuban Nelayan Kota Tegal (PNKT) H Susanto Agus Priono SH, MH, Jumat (10/04/2026).
Seiring dengan pertumbuhan armada kapal dan volume hasil tangkapan, pelabuhan Tegal menghadapi tantangan serius berupa kelebihan kapasitas (overcapacity).
Kelebihan kapasitas
saat ini menunjukkan bahwa pelabuhan sudah tidak mampu menampung jumlah kapal yang ada secara ideal sekitar 350 kapal.
Sedangkan fakta di lapangan seringkali menampung hingga 1.300 kapal terutama saat musim Lebaran atau nelayan sedang mendarat serentak.
Untuk ukuran kapal telah terjadi pergeseran tren dari kapal kecil ke kapal berukuran 50–200 GT (rata-rata 100 GT). Hal tersebut membutuhkan kolam pelabuhan yang lebih luas dan dermaga yang lebih panjang.
Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Jawa Tengah, H Riswanto menambahkan, memasuki Tahun 2026, pengembangan PPN Tegalsari menjadi prioritas utama Pemerintah Kota Tegal bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Perluasan lahan dan kolam fokus utama adalah penambahan area pelabuhan agar manuver dan tambat kapal lebih aman.
Masalah pendangkalan yang kerap menghambat kapal besar masuk menjadi poin perbaikan infrastruktur yang terus dikejar.
Dukungan Komisi IV DPR RI terdapat dorongan sinergi antara pusat dan daerah untuk mempercepat penataan fasilitas fungsional agar operasional lebih efisien.
Dalam rencana jangka menengah, PPN Tegalsari diarahkan untuk menjadi pelabuhan berbasis lingkungan. Beberapa komponen yang masuk dalam peta jalan ini adalah penyediaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), memperbaiki sanitasi di area pelabuhan yang sebelumnya sering dikeluhkan.
Pembangunan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang lebih modern dan higienis untuk menjaga mutu ikan sesuai standar ekspor.
Pengembangan pelabuhan juga diintegrasikan dengan penataan kawasan pemukiman di sekitarnya melalui program Kampung Nelayan Modern (Kalamo) atau Kampung Nelayan Tegalsari. “Tujuannya adalah menciptakan kawasan yang tidak hanya produktif secara ekonomi, tetapi juga sehat dan nyaman untuk ditinggali para nelayan,” tutupnya.
Isno













