KUDUS (SUARABARU.ID) – Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, memastikan tidak akan ada pemutusan kontrak bagi tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), termasuk PPPK paruh waktu, meski ada kebijakan pembatasan belanja pegawai maksimal 30 persen.
Kebijakan tersebut merupakan implementasi dari Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah yang mengatur proporsi belanja pegawai pemerintah daerah.
Sam’ani menegaskan, kondisi belanja pegawai di Kabupaten Kudus saat ini masih berada dalam batas aman, yakni di bawah ambang 30 persen yang ditetapkan pemerintah pusat.
Bahkan, rencana rekrutmen sekitar 400 calon aparatur sipil negara (CASN) pada tahun 2026 dipastikan tidak akan membebani anggaran secara berlebihan.
“Insyaallah untuk PPPK dan PPPK paruh waktu di Kudus masih aman, tidak ada pemutusan kontrak,” ujarnya saat membuka orientasi PPPK di Gedung Tennis Indoor, Rabu (8/4/2026).
Menurutnya, keberadaan PPPK maupun rektrutmen CASN yang baru tidak akan menambah beban belanja pegawai secara signifikan. Pasalnya, setiap tahun ada banyak ASN yang akan pensiun.
“Tahun ini ada sekitar 400 an ASN yang akan memasuki masa pensiun,”tandasnya.
Dengan kondisi tersebut, jumlah pegawai yang ada saat ini, ditambah rekrutmen CASN 2026, tetap berada dalam komposisi ideal sesuai ketentuan.
Orientasi PPPK 2026 Resmi Digelar
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Kudus juga menggelar Orientasi PPPK Tahun 2026 di Lapangan Tennis Indoor Angga Sasana Krida.
Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Jawa Tengah sebagai upaya meningkatkan kompetensi dan integritas ASN.
Dalam arahannya, Bupati menegaskan bahwa orientasi PPPK merupakan kewajiban bagi ASN sebagai bekal awal menjalankan tugas.
Bupati menyebutkan seluruh PPPK yang menjalani orientasi wajib menunjukkan Kinerja profesional, Pelayanan publik yang prima serta
Para peserta orientasi diharapkan mampu menjadi teladan di lingkungan kerja masing-masing dan memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat.
“Setelah orientasi ini, ASN diharapkan semakin meningkatkan kualitas pelayanan dan menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab,” tegasnya.
Ali Bustomi













