JEPARA (SUARABARU.ID) — Pertunjukan seni tari menjadi salah satu daya tarik dalam Festival Kupat Lepet yang digelar di Lapangan Pantai Kartini Jepara, Sabtu (28/3/2026). Tari bertajuk Tari Kupat Lepet sukses memukau masyarakat dengan konsep budaya lokal yang sarat akan makna filosofis tentang kehidupan dan saling memaafkan.
Tari Kupat Lepet yang digarap oleh pelatih tari Sri Kuncoro dan dibawakan oleh para penari muda berbakat asli jepara, yakni Tari, Ayunda, Devi, dan Putri. Penampilan mereka menghadirkan nuansa tradisi yang kuat dengan balutan gerakan yang menggambarkan perjalanan kehidupan manusia.
Sri Kuncoro menjelaskan, Tari Kupat Lepet mengangkat filosofi kupat lepet yang dikenal dalam tradisi masyarakat Jepara. “Ngaku lepat” memiliki makna mengakui kesalahan, sedangkan “lepet” diartikan sebagai silep ingkang rapet, yang menggambarkan upaya manusia untuk memperbaiki diri dan menjaga hubungan baik dengan sesama.
Lebih lanjut, konsep tari ini menggambarkan berbagai sisi kehidupan manusia, mulai dari kesedihan dan kebahagiaan, godaan nafsu dan angkara murka, hingga perjalanan spiritual menuju ibadah dan pertobatan kepada Sang Pencipta. Pada akhirnya, pesan yang ingin disampaikan adalah pentingnya saling memaafkan dan kembali menjalani kehidupan dengan damai serta penuh suka cita.
Sri Kuncoro mengaku bangga dapat berkontribusi dalam festival budaya tersebut. Ia merasa terhormat dipercaya untuk menggarap Tari Kupat Lepet tahun 2026. “Saya merasa bangga dan terhormat bisa diberi kesempatan menjadi penggarap Tari Kupat Lepet tahun 2026 ini,” ujarnya.
Dia juga menyampaikan harapannya agar karya tari ini dapat memeriahkan Festival Kupat Lepet Kabupaten Jepara sekaligus memperkenalkan budaya lokal kepada masyarakat luas.
Penampilan Tari Kupat Lepet pun mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang hadir di Lapangan Pantai Kartini. Tidak hanya menjadi hiburan, pertunjukan ini juga menjadi pengingat nilai-nilai budaya lokal yang mengajarkan tentang introspeksi diri, pertobatan, dan pentingnya menjaga keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.
Festival Kupat Lepet sendiri menjadi agenda budaya tahunan yang dinanti masyarakat Jepara. Selain sebagai tradisi, festival ini juga menjadi wadah pelestarian budaya sekaligus memperkuat identitas lokal di tengah perkembangan zaman.
Septiana W. – Miqdad Syafiq H













