blank
Foto bersama Bupati dan jajarannya serta Dalang Ki Danar Yogi Iswara. Foto: Anak Mada.

JEPARA (SUARABARU) – Suasana meriah menyelimuti  Tempat Pelelangan Ikan TPI Ujungbatu, Jepara, Jumat Malam 27 Maret 2026. Pagelaran wayang kulit semalam suntuk ini digelar sebagai bentuk tradisi yang sudah turun temurun dalam rangkaian Lomban Syawalan Jepara.

Hadir juga menyaksikan Bupati Jepara Witiarso Utomo, Wakil Bupati M. Ibnu Hajar, Kajari Jepara Agung Bagus Kade Kusimantara, yang mewakil Kapolres dan  Dandim 0719 Jepara, Sekda Ary Bachtiar, Kepala Disparbud Ali Hidayat dan anggota DPRD Jepara Tri Budi Cahyono.

Dalam pagelaran wayang kulit tersebut, masyarakat disuguhkan lakon “Wahyu Sandang Pangan” yang dibawakan oleh dalang Ki Danar Yogi Iswara.

blank
Bupati saat memberikan sambutan ditengah para nelayan dan masyarakat pesisir yang hadir. Foto: Anak Mada.

Lakon ini mengandung pesan mendalam tentang pentingnya kesejahteraan melalui pemenuhan sandang dan pangan yang diperjuangkan secara adil dan berpihak kepada rakyat.

Dalam acara yang berlangsung di dalam TPI dan dihadiri oleh banyak nelayan ini, Bupati Jepara Witiarso Utomo menegaskan komitmennya untuk melakukan pembenahan kawasan TPI Ujungbatu. Menurutnya, pada kunjungannya yang kedua ini, kondisi TPI dinilai masih perlu banyak perbaikan.

“Saya datang ke sini untuk kedua kalinya, tapi kondisinya masih seperti ini. Saya ingin ada perubahan di TPI ini,” ujarnya. Bupati menambahkan bahwa tahun depan TPI sudah harus representatif dan lebih bagus serta nelayan di TPI Ujungbatu harus diperhatikan lebih baik.

Bupati juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga dan memperbaiki kawasan TPI agar menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya.

“Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang bersih, tertata, dan produktif,” ujarnya.

Bupati dalam sambutannya juga memastikan akan terus hadir untuk memperkuat sarana prasarana nelayan, meningkatkan akses pasar hasil perikanan, serta menjaga keberlanjutan ekosistem laut di Jepara.

“Kegiatan ini tidak hanya sebagai pertunjukan budaya, namun juga bagian dari penguatan identitas daerah. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat serta meningkatkan daya tarik wisata di Kabupaten Jepara,” ujarnya.

Pertunjukan wayang semalam suntuk tampak tidak hanya menjadi hiburan rakyat, tetapi juga sarana penyampaian pesan pembangunan dan kesejahteraan bagi masyarakat pesisir.

Dalam prakteknya, pagelaran wayang kulit semalam suntuk ini pun menjadi simbol sinergi antara pelestarian budaya dan pembangunan ekonomi, sekaligus wujud komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Hadepe – Septiana W.