WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Masyarakat berduka, Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Bairuha di Kecamatan Jatipurno, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, H Suroto SIP, berpulang. Prosesi pemakamannya dilaksanakan Senin (23/3/26).
Tokoh masyarakat Jatipurno, Tarmin, mengabarkan, sesepuh Ponpes Bairuha tersebut meninggal Minggu petang (22/3/26) di RSUD Dokter Moewardi Solo, dalam usia 68 tahun. Almarhum dikenal sebagai sosok ulama yang bersahaja, bijaksana dan istiqomah dalam membimbing umat.
Semasa hidupnya, aktif sebagai anggota Dewan Penasehat (Wanhat) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Wonogiri. Juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Bairuha yang berlokasi di Jalan Raya Jatipurno, Pule, Kecamatan Jatipurno, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.
Tidak hanya berdakwah, tapi juga aktif dalam pengabdian di dunia pendidikan. Suroto, dipercaya sebagai pengelola Lembaga PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) Sumber Ilmu, di Kedungrejo, Jatipurno, Kabupaten Wonogiri. Lembaga ini, membuka akses pendidikan Kelompok Belajar (Kejar) Paket bagi para santri dan masyarakat, utamanya bagi yang belum menyelesaikan pendidikan formal setingkat SMP dan SMA.
Kiprahnya di bidang pendidikan tersebut, menjadi salah satu kontribusi nyata dalam mencetak generasi mandiri dan berdaya saing. Menurut salah satu Pengurus Pondok, Ricky Gunawan, almarhum merupakan pribadi yang penuh keteladanan. “Orangnya baik, bijaksana dan sangat taat dalam beribadah,” ujarnya. Sebagai Imam Masjid Abdul Jalil, Suroto, selalu menjaga konsistensi sholat berjamaah.
Kehilangan
Semasa hidupnya, dia banyak memberikan bimbingan agama dan menanamkan jiwa kemandirian serta entrepreneurship kepada para santri. Kepergiannya, meninggalkan duka mendalam. Ribuan jamaah LDII, turut menyolatkan jenazah di kediaman almarhum di Kedungrejo, Jatipurno, Wonogiri. Ini menjadi wujud penghormatan terakhir atas jasa dan pengabdiannya.
Almarhum meninggalkan istri tercinta, Hj Suryani, serta putra-putri terdiri atas Panji Kusumaningrum – Idha Sitta Ningsieh, Giri Asmaraningrum, Restu Ambarnaningrum, Intan Fitrianingrum – Hafida Aris Rahmawan, dan Oky Bima Mastikaningrum.
Tokoh masyarakat LDII Jatipurno, H Aris Setiawan, menyatakan sangat kehilangan atas wafatnya sosok panutan tersebut. “Beliau bukan hanya guru, tetapi juga teladan dalam kehidupan bermasyarakat,” ungkapnya haru.
Prosesi pemakaman dilaksanakan pada Senin (23/3/26) Pukul 10.00, di pemakaman Astonoloyo Kuryo, Jatipurno. Pihak keluarga memohon maaf atas segala khilaf almarhum semasa hidupnya, serta memohon doa agar mendapatkan husnul khatimah, keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran dan keikhlasan.(Bambang Pur)













