blank
Petugas dari Polsek dan Koramil Jatiroto bersama petugas medis dari Puskesmas setempat, mendatangi lokasi temuan mayat bayi, untuk melakukan penanganan.(Dok.Humas Polres Wonogiri)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Penemuan mayat bayi di lahan perkebunan penduduk, Senin pagi (23/3/26), menggegerkan warga masyarakat Dusun Pengkol, Desa Pengkol, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.

Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo dan Kapolsek Jatiroto AKP Pudiyono melalui Kasi Humas Polres AKP Anom Prabowo, menyatakan, peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar Pukul 06.00. Saat itu, saksi bernama Marsi (46) hendak membuang sampah di kebun milik warga. Saat berada di lokasi, saksi mencium bau tidak sedap dan melihat ada bungkusan kain putih serta plastik yang mencurigakan.

Merasa curiga, Marsi kemudian memanggil Sularto (48), untuk sama-sama memastikan isi bungkusan tersebut. Dengan menggunakan kayu, bungkusan plastik dibuka dan keduanya mendapati bahwa isi jasad orok bayi yang diperkirakan berusia sekitar 7 bulan.

Temuan tidak tersengaja ini, segera dilaporkan kepada Perangkat Desa dan kemudian diteruskan ke pihak berwajib. Menindaklanjuti laporan itu, petugas dari Polsek Jatiroto bersama Tim Inafis Polres Wonogiri, langsung mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Bersama itu, Kapolsek Jatiroto AKP Pudiyono bersama anggota, melakukan pengamanan lokasi serta pendalaman terhadap keterangan para saksi, guna mengungkap peristiwa tersebut. Hingga saat ini, pelaku masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian.

Kasi Humas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo, menyatakan, belum diketahui secara pasti jenis kelamin dari mayat bayi tersebut. Kepastian jenis kelaminnya, masih menunggu hasil outopsi, sebab kondisi mayat sudah membusuk dan sebagian organ telah rusak, sehingga tidak terdeteksi kepastian jenis kelaminnya.

Sebagai tindak lanjut penanganan, jenazah bayi itu kemudian dibawa oleh Tim Inafis Polres Wonogiri, untuk dilakukan proses autopsi guna mengetahui penyebab pasti kematiannya. Tindakan outopsi akan dilakukan di RSUD Dokter Muwardi Surakarta.

Berkaitan itu, pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat, barangkali ada yang mengetahui informasi terkait kejadian tersebut, agar segera melapor guna membantu proses penyelidikan.(Bambang Pur)