๐๐๐ข๐ฅ๐ (SUARABARU.ID)ย โ Pembangunan jalan dan jembatan di wilayah Kabupaten Blora pada tahun 2025 mencapai Rp301 miliar, dengan kondisi jalan mantap meningkat menjadi 69,51 persen.
Capaian tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati Blora saat memberikan sambutan pada Salat Idul Fitri 1447 Hijriah di Masjid Agung Baitunnur Blora Jawa Tengah, Sabtu 21 Maret 2026.
Wakil Bupati Blora, Sri Setyoini menyampaikan bahwa selain sektor infrastruktur tersebut, capaian lain, di antaranya penurunan angka kemiskinan dari 11,42 persen pada 2024 menjadi 10,58 persen pada 2025. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Blora juga tercatat meningkat menjadi 5,34 persen pada tahun 2025.
Dia menegaskan bahwa momentum Idulfitri harus dimaknai sebagai waktu untuk kembali ke fitrah, memperkuat empati, serta mempererat tali silaturahmi di tengah kehidupan masyarakat yang semakin dinamis.
โIdul Fitri hadir sebagai pengingat bagi kita semua untuk kembali mengasah nurani, meningkatkan empati, dan memperkuat kepedulian sosial,” ujar Wakil Bupati Blora.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Blora mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan momentum mudik guna memperbarui data kependudukan, khususnya status pekerjaan dalam KTP agar sesuai dengan kondisi riil.
โKhususnya status pekerjaan mohon untuk disesuaikan dengan kondisi sebenarnya. Ini penting untuk update data kemiskinan,โ pinta Wakil Bupati Blora.
Selain itu, masyarakat diajak Wakil Bupati Blora, untuk terus menjaga kerukunan, memperkuat semangat gotong royong, serta peduli terhadap lingkungan melalui kebiasaan menjaga kebersihan dan pengelolaan sampah.
โMelalui semangat Sesarengan mBangun Blora, mari kita jaga daerah ini tetap aman, damai, dan sejahtera,โ pesan Wakil Bupati Blora.
Sementara itu, khotbah Idul Fitri 1447 H. Masjid B , Masnun mengingatkan pentingnya rasa syukur atas nikmat Allah SWT, sebagaimana tertuang dalam firman-Nya, ‘Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan’.
“Idul Fitri hakikat kemenangan setelah menjalankan ibadah puasa Ramadan,” jelas Masnun.
Masnun menegaskan bahwa Idul Fitri bukan hanya kemenangan secara spiritual, tetapi juga keberhasilan dalam mengendalikan diri.
โHari ini adalah hari kemenangan. Kemenangan dalam mengendalikan fisik, emosi, dan hawa nafsu setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa,โ tandas Masnun.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa nilai sosial dalam ibadah puasa, seperti menahan diri dari prasangka buruk dan menumbuhkan sikap saling menghormati.
“Sikap saling menghormati, harus terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya selama Ramadan, tetapi juga setelahnya,” tandas Masnun.
Kudnadi Saputro













