blank
Siswa SD Kristen Satya Wacana kunjungi Urban Farming Expo FPB UKSW. Foto: UKSW

“Inovasi ini berangkat dari tantangan urban farming di lahan terbatas yang membutuhkan pemeliharaan intensif. Inovasi ini memanfaatkan integrasi teknologi IoT untuk menciptakan sistem otomatisasi yang mampu memantau dan mengelola ekosistem antara ikan dan tanaman secara presisi dan efisien,” terang Amadeo.

Meningkatkan produktivitas pertanian

Saat dijumpai di sela acara, salah satu dosen pengampu mata kuliah Pertanian Perkotaan Yuniel Melvanolo Zendrato, S.P., M.Si., menerangkan bahwa perkuliahan ini menjadi bagian dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan berbasis Outcome Based Education (OBE). Ia juga menyampaikan bahwa mata kuliah ini terbuka bagi seluruh mahasiswa lintas fakultas di UKSW.

“Mata kuliah ini mempelajari model budidaya pertanian yang diterapkan di lahan sempit, khususnya di wilayah perkotaan. Berbagai karya mahasiswa tersebut diharapkan dapat dikembangkan menjadi program pemberdayaan masyarakat,” terangnya.

Dekan FPB Dr. Ir. Bistok Hasiholan Simanjuntak, M.Si., menegaskan bahwa mata kuliah ini menjadi salah satu upaya menjawab tantangan pertanian yang semakin kompleks. “Permasalahan saat ini tidak semua orang memiliki lahan yang luas, oleh karena itu diperlukan pendekatan dan inovasi agar kegiatan budidaya tanaman dapat dilakukan di lahan terbatas seperti di lingkungan perumahan. Inilah fokus dalam mata kuliah ini,” katanya.

Seiring perkembangan teknologi saat ini, lanjutnya, FPB tidak bisa berjalan sendiri sehingga pembelajaran dan proyek yang dilakukan mahasiswa melibatkan kolaborasi dengan fakultas lain guna membantu penerapan teknologi serta meningkatkan produktivitas pertanian di kawasan perkotaan.

Wakil Rektor Bidang Pengajaran, Akademik, dan Kemahasiswaan (WR PAK) Profesor Ferdy Semuel Rondonuwu turut hadir dan berkeliling melihat semua karya inovasi yang dipamerkan. Ia berharap mahasiswa semakin menyadari bahwa kolaborasi jauh lebih penting daripada belajar sendiri-sendiri.

“Terima kasih kepada FPB, FTEK, dan FTI yang telah konsisten berkolaborasi dalam pengembangan pembelajaran di bidang pertanian. Dengan bekerja bersama, mahasiswa bisa saling melengkapi kemampuan dan menghasilkan solusi yang lebih inovatif,” tuturnya.

Ning S