WONOSOBO (SUARABARU.ID)-PT Tirta Investama Aqua Danone menjalankan program konservasi air dan lingkungan di Kabupaten Wonosobo. Program tersebut dilakukan melalui pendampingan desa dan kegiatan konservasi berbasis riset.
Saat ini, program tersebut mencakup sekitar 10 desa yang tersebar di tiga kecamatan. Pendampingan dilakukan dengan melihat kondisi lingkungan dan potensi masyarakat di setiap wilayah.
“Dari awal berdirinya Aqua, komitmen terhadap lingkungan menjadi salah satu pilar utama. Dan itu selalu kita lakukan secara sustainable atau berkelanjutan,” Ujar General Manager PT Tirta Investama Wonosobo, M Sunarno.
Sunarno menjelaskan, setiap program selalu diawali dengan observasi dan survei lapangan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan program yang dijalankan sesuai dengan kondisi wilayah.
Hasil observasi menjadi dasar penyusunan program konservasi. Kegiatannya antara lain penanaman pohon, pembuatan biopori, serta upaya meningkatkan resapan air di sekitar sumber air.
“Kita melakukan studi dulu, melakukan observasi, kemudian membuat program sesuai kondisi yang ada di lapangan. Bisa penanaman pohon, biopori, termasuk resapan air di sumber yang kita pakai,” ujarnya.
Selain konservasi, pendampingan desa juga menyasar penguatan komunitas. Program dikembangkan sesuai potensi yang dimiliki masyarakat di masing-masing desa.
Beberapa desa memiliki potensi budidaya kopi. Ada juga yang diarahkan untuk mengembangkan sektor wisata dan kegiatan ekonomi berbasis komunitas.
Kebutuhan Desa

“Kita lihat kebutuhan di desa itu apa. Misalnya lebih ke budidaya kopi atau wisata. Kita kembangkan sesuai kebutuhan yang ada,” jelas Sunarno.
Di sisi lain, program konservasi air juga dilakukan berdasarkan penelitian. Aqua bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk memetakan daerah tangkapan air di wilayah Wonosobo.
Dari hasil penelitian tersebut, perusahaan melakukan berbagai intervensi konservasi. Kegiatannya meliputi penanaman pohon dan pembangunan sarana resapan air seperti rorak, sumur resapan, dan biopori.
“Kita melakukan penelitian bersama UGM untuk melihat daerah tangkapan air di Wonosobo. Dari situ kita melakukan konservasi melalui penanaman dan pembuatan rorak, sumur resapan, dan biopori,” kata Sunarno.
Hingga kini, jumlah tanaman yang telah disalurkan kepada kelompok masyarakat mencapai sekitar 29.800 pohon.
Tanaman tersebut antara lain kopi, alpukat, dan tanaman produktif lain yang mendukung konservasi lingkungan.
“Kami juga mensuport teman-teman wartawan di KJW dan PWI yang telah melakukan penanaman pohon di Desa Binangun Watumalang dalam rangkaian kegiatan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2026 ini,” katanya.
Muharno Zarka













