blank
Kepala Dishub Wonogiri Waluyo (kedua dari kanan) didampingi Kepala Terminal Induk Tipe A Agus Hasto Purwanto (kesatu dari kanan) dan Kastlantas AKP Julius Marlon Gawe (ketiga dari kanan), memimpin rapat menyongsong arus mudik.(Dok.Humas Polres Wonogiri)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Menyongsong kedatangan arus mudik Lebaran Idul Fitri 1447 H (2026 M), Kamis (12/3/26), Polres Wonogiri dan Pemda bersama pihak terkait, menggelar Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ). Forum ini, membicarakan tentang rencana rekayasa arus lalu lintas.

Pembahasan rencana rekayasa arus mudik Lebaran, sebenarnya merupakan tindakan rutin tahunan pada setiap datang perayaan Idul Fitri. Tapi untuk tahun ini, memiliki spesifikasi tersendiri. Ini berkait dengan beberapa ruas jalan di Kota Wonogiri yang dipakai untuk pasar darurat, sejak Pasar Kota Wonogiri terbakar. Pasar tradisional termegah di Jawa Tengah ini, terbakar Senin dinihari (6/10/25) lalu.

Berkaitan hal tersebut, Forum LLAJ merasa perlu melakukan persiapan secara matang. Yang tidak saja mempersiapkan rekayasa arus lalu lintas, demi mewujudkan kelancaran dna ketertiban serta mengantisipasi kemacetan, tapi juga persiapan pengamanan arus mudik dan arus balik.

Rapat tersebut dilaksanakan di Ruang Pertemuan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Wonogiri, dipimpin Kepala Dishub Wonogiri, Waluyo,didampingi Kasatlantas Polres Wonogiri AKP Julius Marlon Gawe dan Kepala Terminal Induk Giri Adipura Agus Hasto Purwanto

Ikut terlibat dalam rapat tersebut perwakilan dari sejumlah instansi seperti dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Bapperida, BPTD Kelas I Jawa Tengah, BPSPP Provinsi Jawa Tengah Wilayah III Surakarta, BPBD, Satpol PP, Dinas Kesehatan, Organda, dan jajaran teknis Dishub.

Kasat Lantas Polres Wonogiri AKP Julius Marlon Gawe menyampaikan, forum ini menjadi langkah koordinasi lintas instansi untuk memastikan kesiapan pelayanan transportasi. Termasuk upaya pengamanan jalur selama periode arus mudik dan arusbalik Lebaran.

Strategis

Kasi Humas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo, menyatakan, dalam rapat tersebut dipaparkan sejumlah rencana strategis. Yakni rencana pendirian Posko Angkutan Lebaran Tahun 2026 yang akan berlangsung mulai Tanggal 16 hingga Tanggal 28 Maret 2026. Posko pemantauan akan ditempatkan di beberapa titik, yaitu di Kantor Dinas Perhubungan, Terminal Induk Tipe A Giri Adipura, objek wisata, serta terminal tipe C di wilayah Kabupaten Wonogiri.

Selain itu, pengaturan dan rekayasa lalu lintas selama arus mudik akan dilaksanakan secara situasional, melalui koordinasi antara Dinas Perhubungan dan Satlantas Polres Wonogiri. Langkah ini, juga mencakup pengaturan operasional BRT Trans Jateng, serta pengendalian arus kendaraan di kawasan padat aktivitas seperti di ruas jalan protokol depan Pasar Wonogiri Kota.

Forum LLAJ, menyepakati adanya pembatasan operasional angkutan barang mulai Tanggal 13 hingga Tanggal 29 Maret 2026 guna mengurangi kepadatan kendaraan di jalur utama mudik. Di sisi lain, Polres Wonogiri bersama PT KAI dan instansi terkait, akan meningkatkan pemantauan jalur transportasi untuk mengantisipasi potensi kemacetan maupun kecelakaan lalu lintas.

Sementara itu, sejumlah instansi lain seperti Dinas Pekerjaan Umum, BPTD, dan BPBD turut berperan dalam mendukung kelancaran arus mudik. Yakni dengan melakukan perbaikan infrastruktur jalan, pelaksanaan traffic counting, serta menyiapkan posko kesiapsiagaan bencana.

Melalui forum koordinasi ini, diharapkan sinergi antarinstansi dapat semakin optimal. Harapannya, arus mudik Lebaran 2026 di wilayah Kabupaten Wonogiri berjalan aman, tertib dan lancar. Juga situasi Kamtibmas tetap kondusif.(Bambang Pur)