blank
Calon penumpang kapal PELNI menunggu di terminal keberangkatan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. foto : hp

SEMARANG (SUARABARU.ID) – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Semarang menyatakan kesiapan penuh dalam mengawal kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026.

Adapun masa angkutan Lebaran tahun ini ditetapkan berlangsung selama satu bulan penuh, terhitung mulai dari tanggal 6 Maret hingga 6 April 2026.

Kepala Cabang PT Pelni Semarang, Yuniati Fatimah, mengungkapkan bahwa pihaknya memprediksi puncak arus mudik melalui Pelabuhan Tanjung Emas akan terjadi pada 18 Maret 2026.

Dirinya menjelaskan, guna menghadapi lonjakan penumpang, PT Pelni mengusung tiga pilar utama pelayanan yaitu keselamatan utama, nol kecelakaan, dan layanan prima.

“Dalam persiapan tahun ini, kami mengedepankan tiga pilar yakni safety first, zero accident, dan service excellent. Seluruh alat keselamatan telah dilengkapi dan proses ramp check (inspeksi keselamatan) sudah selesai dilakukan bersama Kementerian Perhubungan,” ujar Yuniati saat memberikan keterangan kepada media, Rabu 11 Maret 2026.

Berdasarkan hasil ramp check, sejumlah kapal Pelni mendapatkan dispensasi penambahan kapasitas sebesar 30% untuk mengakomodasi tingginya permintaan.

Sebagai contoh, kapal yang biasanya berkapasitas 900 penumpang kini diizinkan mengangkut antara 1.200 hingga 1.400 orang dengan jaminan standar keamanan yang tetap terjaga.

blank
Kepala Cabang PELNI Semarang, Yuniati Fatimah.

Untuk wilayah operasional Semarang, PT Pelni menyiagakan lima armada kapal utama, yaitu KM Lawit, KM Kelimutu, KM Lawu, KM Leuser, dan KM Bukit Raya

Tak hanya itu saja, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan memberikan penugasan berupa stimulus diskon 30% dari tarif dasar.

Program ini bertujuan meringankan beban biaya transportasi masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah asal pemudik.

“Diskon ini berlaku untuk keberangkatan mulai 11 Maret hingga 5 April 2026. Harapannya, sisa dana dari penghematan tiket dapat digunakan masyarakat untuk berbelanja dan menggerakkan ekonomi di kampung halaman masing-masing,” tambah Yuniati.

Berdasarkan data pantauan sejak 6 Maret hingga saat ini, tercatat aktivitas penumpang di Pelabuhan Tanjung Emas mulai merangkak naik. Hingga hari ini, tercatat sebanyak 3.300 penumpang turun (datang) di Semarang, sementara jumlah penumpang naik tercatat sebanyak 210 orang.

Dirinya berpesan, masyarakat diimbau untuk segera merencanakan perjalanan dan melakukan pemesanan tiket melalui kanal resmi guna menghindari antrean dan memastikan ketersediaan kursi selama masa angkutan Lebaran.

Hery Priyono