SEMARANG (SUARABARU.ID)– Imam Shalat Tasbih di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang, Selasa (10/3/2026) dini hari WIB, KH Amjad Al-Hafidz, mengingatkan jamaahnya, 10 malam terakhir Ramadan merupakan kesempatan berharga untuk mendekatkan diri kepada Allah.
”Banyak orang yang belum memanfaatkan waktu seperti ini, karena belum tahu keutamaannya. Kalau tahu, pasti mereka akan datang ke masjid,” ujar dia dalam tausiyah singkatnya.
Dia juga mengajak para jamaah, untuk menghidupkan malam-malam Ramadan bersama keluarga dengan i’tikaf, di masjid meski sebentar. ”Datanglah ke masjid bersama anak-anak dan keluarga. Ini juga bentuk syukur kita kepada Allah, atas segala nikmat yang diberikan,” katanya.
BACA JUGA: Membangun dari Desa, Strategi Mewujudkan Pemerataan
Malam ‘selikur’ (malam ke-21 Ramadan), di MAJT pun, menjadi saksi bagaimana rumah ibadah itu benar-benar hidup penuhi harapan, doa, dan kerinduan umat untuk menyambut datangnya Lailatul Qadar.
Sejak menjelang Maghrib, ruang utama masjid mulai dipenuhi jamaah. Mereka berbuka puasa bersama, dengan menu berbuka yang disediakan pengurus masjid.
Usai Shalat Maghrib dan Isya, menjelang pukul 22.00 WIB, jamaah kembali berdatangan. Hal yang sama juga terjadi menjelang pukul 02.00 WIB, bahkan jumlah yang datang lebih banyak dari sebelumnya
BACA JUGA: Dandim 0721/Blora Tutup TMMD Sumber, Target 100 Persen Tercapai
Kepala Bagian Humas MAJT, Benny Arief Hidayat menyebutkan, selama 10 malam terakhir Ramadan, berbagai kegiatan ibadah diadakan untuk jamaah. Salah satunya Shalat Tasbih berjamaah, yang dilaksanakan dalam dua gelombang.
Gelombang pertama dimulai pukul 22.30 WIB hingga pukul 24.00 WIB, dan dipimpin KH Amjad Al-Hafidz, ulama yang dikenal sebagai penulis nazam (syair) Asmaul Husna, yang populer di kalangan Nahdlatul Ulama dan madrasah di Indonesia.
”Sekitar 150 jamaah putra dan putri, mengikuti rangkaian ibadah ini. Setelah gelombang pertama selesai, sebagian jamaah pulang. Tetapi banyak juga yang tetap bertahan di masjid,” ungkap Benny.
BACA JUGA: Pemkot Semarang Siapkan Tujuh Armada Bus Angkut Pemudik Asal Semarang di Jakarta
Sementara gelombang kedua digelar pukul 02.00 WIB, dan dipimpin imam KH Hanief Ismail. Jamaah melaksanakan salat hajat empat rakaat, dilanjutkan wirid/dzikir dan doa hingga sekitar pukul 03.00 WIB, diikuti sekitar 200 orang.
Disampaikan Benny, animo masyarakat untuk iktikaf di MAJT terus meningkat. Tahun ini pengurus juga membuka program khusus iktikaf yang difasilitasi dengan penginapan di hotel MAJT.
”Saat ini sudah ada enam yang mengikuti program iktikaf. Kebetulan semuanya perempuan, satu ibu rumah tangga, dan lima siswa. Mereka datang dari Semarang dan sebagian luar kota,” tukas dia.
Riyan













