JEPARA (SUARABARU.ID) – Bukit setinggi 100 meter dengan lebar sekitar 75 meter di Desa Tempur, Kecamatan Keling Selasa ( 10/3-2026) malam sekitar pukul 21.30 Wib longsor. Akibatnya jalan Tempur – Kaliombo – Damarwulan tertutup total. Bukan hanya timbunan tanah, tetapi juga batu-batu besar. Longsor diduga karena curah hujan yang tinggi semalam.

Menurut Petinggi Tempur Maryono yang dihubungi melalui telepon menjelaskan, akibat tanah longsor yang disertai batu tersebut mengakibatkan lubang jalan dengan kedalaman 1 meter lebih.Nuga jalan tertutup tanah. “ Satu pal listrik juga roboh. Dan badan jalan nyaris terputus, ” ujarnya saat dihubungi di likasi bencana.
Akses masyarakat ke Tempur saat ini dialihkan melalui Medani, Kabupaten Pati. “ Harapan kami dapat segera diturunkan alat berat untuk kembali membuka akses jalan yang sangat vital bagi masyarakat,” ujar Maryono.
Kirim Alat Berat
Kepala BPBD Jepara Arwin Noor Isdiyanto yang dihubungi SUARABARU.ID Rabu pagi menjelaskan, bahwa fihaknya telah menerjunkan tim. “Disamping itu kita juga mengirimkan bego dan dreker untuk memecah batu, ” ujar Arwin. Namun kemungkinan alat pemecah batu akan dikiim melalui Medani, tambahnya
Bego kita ambil dari Kaliombo yang baru mengerjakan penguatan jalan pasca putus dan pemecah batu ada di Duplak membuka jalur Sumanding – Tempur.
Melihat lokasi bencana, saat ini masih ada batu besar yang menggantung. ” Karena itu kita memperhitungkan dengan cermat dan hati-hati dalam membuka akses jalan yang tertutup. Sebab melihat kondisinya, potensi longsor kembali sangat besar,” ujar Arwin
Melihat bencana tanah longsor yang terjadi ini, Arwin menjelaskan urgensi pembukaan jalan Sumanding Tempur sebagai alternatif.
Hadepe













