JEPARA (SUARABARU.ID)- Suasana haru dan penuh kehangatan menyelimuti Pimpinan Ranting Aisyiyah Tahunan saat menggelar kegiatan santunan bagi 23 anak yatim di Masjid Al-Istiqomah Tahunan, Rabu (4/3/2026). Kegiatan yang dirangkai dengan buka puasa bersama ini menjadi wujud nyata kepedulian sosial warga persyarikatan dan masyarakat setempat selama bulan suci Ramadhan.
Ketua PRA Tahunan, Lis Corini, dalam sambutannya menegaskan komitmen Aisyiyah untuk terus istiqamah menjalankan program sosial dan pendidikan.

“Pimpinan Ranting Aisyiyah Tahunan sampai sekarang alhamdulillah istiqamah melaksanakan program-programnya, baik pendidikan maupun sosial. Santunan anak yatim ini adalah program rutin tahunan sebagai bentuk kepedulian kami kepada sesama,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para donatur, di antaranya ibu-ibu Aisyiyah, ibu-ibu RT 02/RW 01, warga dan pelaku usaha di lingkungan RT 02/01, serta Bank Sampah Sekar Wangi yang turut mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Tidak ada balasan untuk kebaikan selain kebaikan itu pula,” tambahnya, mengutip makna QS Ar-Rahman ayat 60.
Tampak hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Takmir Masjid Eko Sudarmadji, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Tahunan Siswoyo, Petinggi Desa Tahunan Muhadi beserta Ibu, Ketua RW 01 Kusmiyoto Rohman, para Ketua RT 01 s.d 05, perwakilan PKK, PCA dan PCM, para wali anak yatim, sesepuh, serta warga sekitar masjid.
Sementara itu, Petinggi Desa Tahunan, Muhadi, dalam sambutannya mengapresiasi konsistensi dan sinergi berbagai elemen masyarakat dalam menyukseskan program sosial Ramadhan.
“Buka bersama ini bukan sekadar makan bersama, tetapi momentum mempererat hubungan sosial dan spiritual. Kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan Desa Tahunan,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara pemerintah desa, pengurus masjid, tokoh masyarakat, dan organisasi perempuan seperti Aisyiyah serta PKK menjadi kunci keberlanjutan program-program kemasyarakatan.
Puncak acara diisi tausiyah oleh Ustadz Darwita yang mengingatkan pentingnya menyeimbangkan ibadah spiritual dan sosial.
“Kita yang mengaku beriman tidak cukup hanya mengutamakan ibadah spiritual, tetapi mengesampingkan ibadah sosial. Justru wujud nyata ibadah spiritual adalah ketika seseorang mampu menunaikan ibadah sosialnya,” tegasnya.
Ia menambahkan, kepedulian terhadap sesama merupakan praktik amal yang sesungguhnya.
“Walaupun rajin shalat dan mengaji, tetapi tidak punya kepedulian kepada orang lain yang membutuhkan, maka itu belum sempurna. Ibadah sosial adalah implementasi nyata dari keimanan,” jelasnya.
Khusus kepada anak-anak yatim yang hadir, ia berpesan penuh motivasi dengan meneladani kehidupan Rasulullah SAW.
“Jangan menjadi anak yang putus harapan. Rasulullah sejak kecil sudah yatim, bahkan piatu di usia enam tahun. Namun beliau tumbuh menjadi pemimpin dunia. Maka idola kita tetap Rasulullah SAW, suri teladan dalam setiap aspek kehidupan,” pesannya.
Sementara itu, Ketua Takmir Masjid Al-Istiqomah Tahunan, Eko Sudarmadji, turut menyampaikan apresiasi atas partisipasi seluruh pihak.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan kebersamaan semua pihak. Semoga sinergi ini terus terjaga dan membawa manfaat bagi umat,” ujarnya.
Ia berharap bahwa melalui kegiatan ini, Ramadhan tidak hanya dimaknai sebagai penguatan spiritual personal, tetapi juga sebagai momentum mempererat kolaborasi dan menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim, sejalan dengan semangat dakwah sosial Muhammadiyah yang berkemajuan.
ua/muslimin













