blank
Membangun sonaf harus kmengurbankan kerbau, dan tanduk kerbau itu dipasang pada tiang bangunan sonaf. Foto: Tangkapan layar youtube RRI Atambua.

“Ada berbagai upacara adat. Yang berhubungan dengan cuaca dan bercocok tanam, pada bulan bulan November. Biasanya setelah upacara langsung hujan,” kata Johanes Sanak.

Bulan Januari ada upacara syukuran atas hasil panen tahun lalu, dan doa serta harapan agar tahun depan lebih baik. “Upacara ini berhubungan dengan satu cerita yang diyakini warga, bahwa padi dan jagung berasal dari Putri Sonbai yang dikurbankan. Tubuh dimutilasi dan potongan itu menjadi jagung dan padi. Ini juga upacara penghormatan untuk Putri Sonbai,” ujar Johanes Sanak.

Destinasi Wisata Sejarah

Kini, Sonaf Maslete menjadi salah satu destinasi wisata budaya di Kabupaten Timor Tengah Utara. Letaknya yang berada di wilayah Kefamenanu membuatnya mudah dijangkau wisatawan.

Pengunjung yang datang tidak hanya dapat melihat langsung arsitektur rumah adat khas Timor, tetapi juga mempelajari sejarah kerajaan lokal serta memahami struktur sosial masyarakat setempat pada masa lalu. Pemerintah daerah bersama tokoh adat terus berupaya menjaga dan melestarikan bangunan ini agar tetap berdiri kokoh sebagai aset budaya daerah.

Di tengah arus modernisasi, keberadaan Sonaf Maslete menjadi pengingat pentingnya menjaga warisan budaya. Generasi muda diharapkan dapat mengenal, memahami, dan melestarikan nilai-nilai adat yang terkandung di dalamnya.

Sonaf Maslete bukan hanya milik masyarakat TTU, melainkan bagian dari kekayaan budaya Indonesia yang patut dibanggakan. Dengan sejarah panjang dan nilai budaya yang kuat, Sonaf Maslete tetap berdiri sebagai simbol kebesaran masa lalu dan identitas masyarakat Timor Tengah Utara hingga hari ini.

Clarissa Martina Yovita Fallo