JAKARTA (SUARABARU.ID) — Perebutan kursi strategis Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kudus resmi memasuki fase paling menentukan. Lima pejabat terbaik yang mendaftar kini menjalani assessment center ketat di Gedung TNCC Polri, Jakarta Selatan, Kamis (26/2/2026).
Tahapan ini menjadi penentu arah kepemimpinan birokrasi Pemerintah Kabupaten Kudus ke depan.
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, hadir langsung memantau jalannya proses asesmen sebagai bentuk komitmen menjaga transparansi dan objektivitas seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama tersebut.
Assessment center yang berlangsung selama dua hari, 26–27 Februari 2026, dibuka oleh Kabag Penilaian Kompetensi Robinkar SSDM Polri Kombes Pol Aris Haryanto.
Seluruh proses menggunakan standar nasional dengan metode penilaian independen guna memastikan kandidat terbaik benar-benar terpilih.
Lima Nama Jadi Kandidat
Lima peserta yang lolos tahap administrasi berasal dari jabatan strategis pemerintahan.
Mereka yakni Ali Syofii selaku Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, Catur Sulistyanto Staf Ahli Bupati Kudus Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Kemasyarakatan, Djati Solechah Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Kudus, Eko Djumartono Inspektur Kabupaten Kudus, serta Mundir Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kudus.
Dalam assessment ini, para kandidat tidak hanya diuji kemampuan administratif, tetapi juga kepemimpinan, cara mengambil keputusan hingga kemampuan menghadapi persoalan kompleks birokrasi.
Bupati Kudus Tegaskan Seleksi Bersih dan Profesional
Dalam sambutannya, Bupati Kudus menegaskan seleksi terbuka Sekda merupakan langkah serius menghadirkan pimpinan birokrasi yang profesional dan berintegritas.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada SSDM Polri melalui Biro Pembinaan Karier (Robinkar) serta Bagian Penilaian Kompetensi atas dukungan pelaksanaan assessment center.
“Assessment center ini menjadi tahapan penting untuk memastikan seleksi berjalan objektif, terukur, dan sesuai standar kompetensi,” tegasnya.
Menurut Sam’ani, Sekda terpilih nantinya harus mampu memperkuat tata kelola pemerintahan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Gunakan Metode Modern dan Independen
Kabagpenkompeten Robinkar SSDM Polri Kombes Pol Aris Haryanto meminta seluruh peserta mengikuti asesmen secara maksimal.
Metode yang digunakan meliputi In Tray Exercise, Problem Analysis, Leaderless Group Discussion (LGD), serta Behavioral Event Interview (BEI).
Asesor Madya Kepolisian Tingkat III SSDM Polri Kombes Pol Nurman Surachman menjelaskan seluruh proses dilakukan secara independen oleh tim asesor untuk menjamin objektivitas hasil.
Melalui assessment center ini, seleksi Sekda Kabupaten Kudus diharapkan menghasilkan rekomendasi kandidat terbaik yang mampu mempercepat pembangunan daerah serta menjaga stabilitas birokrasi.
Sekda terpilih nantinya akan menjadi motor utama koordinasi pemerintahan sekaligus penggerak peningkatan pelayanan publik bagi masyarakat Kabupaten Kudus.
Ali Bustomi













