blank
Petugas mengevakuasi jasad penumpang Dahaitsu Sigra yang tertemper KA Pandalungan. Foto: dok Tya Widya/Polsek Tegowanu.

GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Kecelakaan maut melibatkan KA Pandalungan dan mobil Daihatsu Sigra terjadi di perlintasan manual Desa Medani, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, Selasa (25/2/2026) malam.

Insiden di Tegowanu itu menyebabkan tiga orang meninggal dunia setelah kereta api menghantam kendaraan yang melintas.

Peristiwa kecelakaan antara KA Pandalungan dan mobil Daihatsu Sigra di Tegowanu tersebut terjadi sekitar pukul 23.05 WIB dan dilaporkan ke Polsek Tegowanu pada pukul 23.15 WIB. Benturan keras tak terhindarkan ketika kereta melaju dari arah timur menuju barat.

BACA JUGA : Menikmati Indahnya Eksotika Savana di Bukit Wairinding Sumba Timur

Kecelakaan berlangsung tepat di perlintasan kereta api tanpa palang di Desa Medani. Jalur tersebut dikenal sebagai perlintasan sebidang dengan sistem penutupan portal manual oleh petugas setempat.

Berdasarkan data kepolisian, kendaraan yang terlibat merupakan Daihatsu Sigra warna silver metalik bernomor polisi AB 1266 NH tahun 2016. Mobil itu mengalami kerusakan parah setelah terseret cukup jauh dari titik benturan.

Tiga orang yang berada di dalam mobil dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian. Mereka adalah EP (41), warga Desa Bantrung, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara selaku pengemudi.

Selain itu, HPS (34), warga Perum Pondok Randu Gede, Desa Pengkol, Kecamatan Jepara, serta MR (41), warga Desa Balungan, Kecamatan Pakis Aji, juga dinyatakan meninggal dunia. Ketiganya tidak sempat menyelamatkan diri saat kereta melintas.

Peristiwa kecelakaan antara mobil Dahaitsu Sigra vs KA Pandalungan ini dilaporkan ke Polsek Tegowanu. Kapolsek Tegowanu, AKP Setyo Budi menjelaskan kejadian bermula ketika penjaga perlintasan mengetahui adanya kereta api yang akan melintas dari arah timur ke barat.

“Warga yang menjaga portal kemudian segera menutup portal pintu perlintasan manual sisi selatan. Namun, secara tiba-tiba mobil Daihatsu Sigra melaju dari arah utara menuju selatan dan tetap melintasi rel. Dalam hitungan detik, kereta api yang tengah melaju langsung menghantam kendaraan tersebut,” jelas Kapolsek.

Temperan antara KA Pandalungan dan mobil Dahaitsu Sigra ini terjadi di KM 24 +/- 8/9 petak Gubug–Tegowanu. Kerasnya tabrakan membuat mobil terpental dan terseret sekitar 50 meter dari lokasi awal benturan.

Akibat insiden tersebut, mobil mengalami kerusakan total dengan estimasi kerugian materiil sekitar Rp100 juta. Sementara itu, bagian lampu kabut kereta dilaporkan pecah dan terdengar suara kebocoran angin.

Kapolsek Tegowanu menjelaskan, insiden kecelakaan antara KA Pandalungan dengan mobil Dahaitsu Sigra ini sudah ditangani oleh Unit Gakkum Satlantas Polres Grobogan.

Sementara itu, Manajer Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif menjelaskan, akibat temperan tersebut, lokomotif KA Pandalungan relasi Surabaya Pasar Turi – Gambir ini mengalami kerusakan.

Saat tiba di Stasiun Tawang, KA tersebut dilakukan penggantian lokomotif yang mengalami kerusakan pada lampu kabut yang pecah.

“Usai terjadinya temperan tersebut, pihak Awak Sarana Perkeretaapian melakukan pemeriksaan dan ditemukan lampu kabut yang pecah pada lokomotif KA Pandalungan ini. Keterlambatan sekitar 58 menit dan dapat diberangkatkan lagi pada pukul 23.21 WIB,” ujar Luqman.

BACA JUGA : PLTA Pomped Storage Kapasitas 1.000 MW akan Dibangun di Pacitan

Diungkapkan Luqman, KAI Daop 4 Semarang mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati saat melintas di perlintasan kereta api sebidang.

“Berhenti, tengok kanan dan kiri. Kalau yakin tidak ada kereta yang melintas, baru jalan,” pesan Luqman.

TYA WIDYA