blank
Bupati Setyo Sukarno dan Wakil Bupati Imron Rizkyarno (kedua dan ketiga dari kiri) serta Kapolres AKBP Wahyu Sulistyo (ketiga dari kanan), saat melakukan cheking stok beras ke Gudang Bulog.(Dok.Humas Polres Wonogiri)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Di Bulan Ramadhan 1447 H (2026 M) ini, stok bahan pokok dipastikan cukup, distribusi lancar dan harga tekendali. Juga terjauhkan dari praktik penimbunan yang berdampak pada terjadinya kelangkaan komoditas, dan berpotensi memunculkan gejolak.

Berkaitan itu, Bupati Wonogiri Setyo Sukarno bersama Kapolres AKBP Wahyu Sulistyo, melakukan checking langsung ke pusat perbelanjaan, pasar, pertokoan, ke agen gas LPG dan ke gudang beras Bulog. Ikut serta dalam pengecekan, Wakil Bupati Imron Rizkyarno bersama jajaran Forkopimda, Kepala Dinas terkait.

Pengecekan komoditas Bahan Pokok Penting (Bapokting) ini, dilaksanakan Rabu (25/2/26), dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak). Langkah ini, sekaligus dalam upaya mempersiapkan datangnya perayaan Idul Fitri 1447 H (2026 M). Harapannya, tidak ada kelangkaan barang dan kendala distribusi.

Kasi Humas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo, mengabarkan, hasil pengecekan melalui sidak tersebut, tidak menemukan kasus kelangkaan barang. Stok Bapokting dipastikan tersedia dalam jumlah cukup, aman, distribusi lancar dan harga relatif stabil.

AKP Anom Prabowo, menyatakan, sidak dimulai dari Pasar Kota Wonogiri. Ikut serta membersamai Bupati, personel TNI yang mewakili Dandim 0728, pejabat dari Kejaksaan Negeri (Kejari) dan dari Pengadilan Negeri. Juga Pimpinan Bulog dan perwakilan dari Bank Indonesia (BI), serta Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Dari hasil pemantauan di pasar, ketersediaan komoditas yang dijajakan pedagang berada dalam jumlah cukup, tidak terjadi kelangkaan. Baik itu komoditas beras, gula pasir, minyak goreng (Migor) telur ayam, daging ayam, daging sapi, bawang merah, bawang putih, cabai dan kebutuhan pokok lainnya, tersedia dalam jumlah cukup.

Cabai

Beberapa komoditas hortikultura terpantau mengalami fluktuasi harga. Tapi ada sebagian yang harganya naik dalam batas wajar. Cabai merah besar keriting, dilaporkan mengalami penurunan dari Rp 38 ribu menjadi Rp 26 ribu/Kg. Cabai rawit merah turun dari Rp 80 ribu menjadi Rp 75 ribu/Kg.

Para pedagang, menuturkan, sejauh ini distribusi pasokan komoditas lancar. Baik itu pasokan dari pihak produsen maupun dari agen, tidak mengalami kendala. Bupati dan Forkopimda yang melakukan pengecekan, tidak menemukan indikasi praktik penimbunan barang dan kelangkaan komoditas.

Saat mendatangi Gudang Bulog di Kecamatan Ngadirojo, Wonogiri,  mendapatkan laporan bahwa stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tersedia sebanyak 1.346.179,5 Kg dan jagung sebanyak 466.750 Kg. Distribusi beras SPHP berjalan sesuai mekanisme, dan siap digelontorkan jika terjadi lonjakan harga. Kualitas penyimpanan dan kondisi komoditas dinyatakan baik serta layak konsumsi.

Beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) adalah program beras murah berkualitas baik,
yang dirancang untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan beras di pasar bagi masyarakat. Yang dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

Dari SPBE (Stasiun Pengisian Bulk Elpiji) Kartika Dharma di Kecamatan Ngadirojo. dilaporkan, stok gas Elpiji atau LPG subsidi tabung 3 Kg dalam jumlah cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Termasuk stok dalam menghadapi perayaan Idul Fitri 1447 H (2026 M) mendatang. Harga di tingkat pangkalan, sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 18 ribu per tabung.

Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, menegaskan, pengecekan ini merupakan langkah preventif guna menjaga stabilitas keberadaan Bapokting. Tujuannya, untuk memastikan ketersediaan Bapokting aman, tidak terjadi kelangkaan dan terhindarkan dari praktik spekulan penimbunan baran.(Bambang Pur)