𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SUARABARU.ID) — Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah pangkalan LPG 3 kilogram di wilayah Kabupaten Blora, pada Selasa 24 Februari 2026, hal ini dilakukan sebagai respon atas keluhan masyarakat, terkait kelangkaan LPG 3 kilogram beberapa hari terakhir ini.
Ikut mendampingi sidak, Kasdim 0721/Blora, Kasat Reskrim Polres Blora, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Blora, Kepala Bagian PSDA Setda Blora, Tim Satgas dari Pertamina (Persero) serta Pimpinan Hiswana Migas Kabupaten Blora ini.
Salah satu pangkalan LPG 3 kilogram, yang dikunjungi di wilayah Kaliwangan, Blora, Affandi menyampaikan bahwa distribusi berjalan lancar tanpa hambatan.
“Memang ada peningkatan pembelian sejak awal Ramadan, namun stok tetap datang sesuai jadwal,” jelas Affandi.
Ditemukan di pangkalan LPG 3 kilogram Toko Pinggir Kali serta pangkalan di Kecamatan Jepon, Samuel menyampaikan bahwa lonjakan pembeli memang terjadi diawal bulan puasa, namun kini kondisi mulai stabil.
“Bahkan setiap hari sekitar 100 tabung LPG 3 kilogram didatangkan dan tersalurkan habis kepada masyarakat,” ujar Samuel.
Dari hasil pemantauan LPG 3 kilogram di Kabupaten Blora, Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini menegaskan bahwa tidak ada pengurangan kuota LPG 3 kilogram dari PT Pertamina (Persero) untuk Kabupaten Blora.
“Distribusi tetap berjalan sesuai alokasi yang telah ditetapkan,” kata Wakil Bupati Blora.
Pedagang Musiman Ramadan
Lebih lanjut, Wakil Bupati Blora menjelaskan bahwa kondisi yang sempat dirasakan masyarakat lebih disebabkan oleh meningkatnya kebutuhan selama bulan Ramadan.
“Banyaknya pedagang UMKM dadakan yang berjualan takjil, makanan berbuka puasa, dan aneka kuliner sore hari turut mendorong lonjakan konsumsi LPG 3 kilogram,” ucap Wakil Bupati Blora.
Dikawasan Alun-Alun kota Blora, lanjut Wakil Bupati Blora, hingga sepanjang Jalan Pemuda, terlihat peningkatan jumlah pedagang musiman yang cukup signifikan selama Ramadan ini. Hal tersebut berdampak pada tingginya permintaan gas bersubsidi dalam waktu bersamaan.
“Dari hasil koordinasi, tidak ada pengurangan kuota dari Pertamina. Namun melihat tingginya kebutuhan masyarakat selama bulan puasa, kami telah meminta tambahan kuota LPG 3 kilogram untuk Kabupaten Blora agar pasokan tetap aman dan mencukupi,” tegas Wakil Wakil Bupati Blora.
Pemerintah Kabupaten Blora bersama TNI-Polri dan instansi terkait akan terus melakukan pengawasan distribusi agar tepat sasaran serta mengantisipasi potensi penyelewengan, sedangkan hasil dari sidak kali ini, dipastikan distribusi gas melon di Blora aman. imbuh Wakil Bupati Blora.
“Dengan langkah tersebut, masyarakat tidak perlu khawatir dan tidak melakukan pembelian berlebihan, karena stok LPG 3 kilogram dalam kondisi aman dan pemerintah telah mengupayakan tambahan kuota guna memenuhi lonjakan kebutuhan selama Ramadan,” harap Wakil Bupati Blora.
Kuddnadi Saputro













