blank
Jenazah Mbah Pramugi Prawiro Widjojo di Desa Sambongrejo. diberangkatkanmenuju pemakaman, Minggu 22 Februari 2026. Foto: Kudnadi Saputro Blora

BLORA (SUARABARU.ID) —Sesepuh Sedulur Sikep, Mbah Pramugi Prawiro Widjojo yang dikenal dengan sebutan “Ganti Sandangan”, di Desa Sambongrejo, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, Jawa Tengah meninggal dunia Sabtu 21 Februari 2026, sekira pukul 21.00 WIB.

Mbah Pramugi Prawiro Widjojo berpulang dalam usia 68 tahun, kepergian tokoh adat yang disegani itu meninggalkan duka, tidak hanya bagi keluarga dan Sedulur Sikep, tetapi juga masyarakat Blora.

Dandim 0721/Blora, Letkol Kav Yudhi Agus Setiyanto diwakili Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0721/Blora, Mayor Inf Bani hadir melaksanakan takziah di rumah duka, dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan belasungkawa yang mendalam, atas meninggalnya Mbah Pramugi Prawiro Widjojo.

Ndherek belasungkawa atas berpulangnya orang tua kami, tokoh adat, sesepuh Sedulur Sikep Desa Wisata Kampung Samin Sambongrejo, Kecamatan Sambong, Mbah Pramugi Prawiro Widjojo,” ucap Kasdim 0721/Blora. Minggu 22 Februari 2026.

Lebih lanjut, Mayor Inf Bani mengatakan bahwa sosok Mbah Pramugi Prawiro Widjojo merupakan figur yang sangat dihormati dan ditokohkan, baik di lingkungan desa maupun di tingkat Kabupaten Blora.

“Kami tentu sangat kehilangan atas meninggalnya beliau. Mbah Pramugi adalah panutan masyarakat, sosok yang menjaga nilai-nilai adat dan kearifan lokal,” ungkap Kasdim 0721/Blora.

Dalam prosesi pemakaman, Kasdim 0721/Blora, Mayor Inf Bani bersama Wakapolres Blora, Kompol Slamet Riyanto dan warga ikut memikul jenazah menuju ke tempat peristirahatan terakhirnya, sebagai simbol kebersamaan dan penghormatan atas kepergian tokoh adat yang telah menjadi bagian penting dari sejarah dan perjalanan Sedulur Sikep di Blora.

“Kepergian Mbah Pramugi bukan sekadar kehilangan seorang sesepuh, melainkan juga penjaga warisan budaya dan nilai-nilai luhur yang telah mengakar di tengah masyarakat. Warisan keteladanan dan kesederhanaannya akan terus dikenang oleh generasi penerus,” ujar Mayor Inf Bani.

Untuk diketahui, pantauan di lokasi rumah duka, di dukuh Blimbing, Desa Sambongrejo, Kecamatan Sambong dipadati para pelayat. Sejumlah karangan bunga dari pejabat daerah dan tokoh masyarakat tampak berjajar di sekitar kediaman almarhum Mbah Pramugi Prawiro Widjojo sebagai bentuk penghormatan terakhir.

Para peziarah mengenakan pakaian serba hitam dengan ikat kepala khas Sedulur Sikep, mencerminkan identitas dan penghormatan terhadap nilai-nilai yang selama ini dijaga oleh almarhum.

Kudnadi Saputro