KUDUS (SUARABARU.ID) – Ambisi menjadi juara umum bukan lagi satu-satunya orientasi bagi Persatuan Tenis Meja (PTM) Sukun dalam ajang Sukun Youth Series III musim 2025/2026. Di seri pamungkas yang digelar di GOR Sukun Sport Center pada 13–15 Februari 2026 ini, PTM Sukun justru memprioritaskan peningkatan kualitas permainan dan mental bertanding para atlet mudanya.
Manajer PTM Sukun, Agus Fredi Pramono, menegaskan bahwa klubnya menurunkan kekuatan penuh dengan total 19 atlet yang tampil di kategori U13, U15, dan U19, baik putra maupun putri.
“Kami memang ingin tampil maksimal. Tapi fokus utama kami bukan semata mempertahankan gelar dari dua seri sebelumnya. Yang lebih penting adalah melihat perkembangan permainan, mental, dan skill anak-anak,” ujarnya, Jumat (13/2).
Progress dan Mental Juara
Menurut Fredi, setiap atlet dibekali target individu yang menitikberatkan pada progres performa. Evaluasi tidak hanya didasarkan pada hasil akhir, tetapi juga pada peningkatan teknik, ketahanan mental, serta kemampuan membaca permainan lawan.
“Kami ingin mereka tumbuh sebagai atlet yang matang. Jadi ada indikator perkembangan yang kami pantau, bukan hanya trofi juara umum,” tegasnya.
Atmosfer kompetisi di seri ketiga ini pun semakin kompetitif dengan hadirnya tiga atlet asal Malaysia. Salah satunya tercatat berada di peringkat 8 dunia WTT U15 (youth) serta kisaran 160 besar dunia untuk kelompok U19.
Kehadiran atlet internasional tersebut dinilai menjadi kesempatan berharga bagi atlet PTM Sukun untuk menguji kemampuan sekaligus mengasah mental menghadapi lawan berlevel dunia.
“Ini momentum penting bagi anak-anak untuk belajar dan mengukur sejauh mana kesiapan mereka bersaing,” imbuh Fredi.
Persaingan Ketat
Selain wakil Malaysia, sejumlah klub papan atas nasional turut meramaikan turnamen. Fredi menyebut beberapa nama yang tampil impresif di hari pertama, seperti SCM Lampung dan CLS Surabaya.
Meski begitu, ia memastikan seluruh atlet PTM Sukun mampu melewati pertandingan awal dengan baik dan siap menghadapi laga berikutnya.
“Kami evaluasi setiap pertandingan. Besok harus lebih siap lagi,” katanya.
241 Atlet Ramaikan Seri Pamungkas
Sebagai informasi, Sukun Youth Series III diikuti 241 atlet dari 25 klub yang berasal dari sembilan provinsi di Indonesia. Tiga atlet Malaysia turun membela Banom HIPMI Jawa Tengah.
Manajer Tim Banom HIPMI Jateng, Michael Lim, menilai atmosfer pertandingan di Kudus sangat kompetitif dan penuh antusiasme.
“Suasana sangat hidup. Penonton dan atlet sama-sama bersemangat,” ujarnya.
Ia mengakui timnya membutuhkan adaptasi, terutama menghadapi gaya bermain atlet muda Indonesia yang dinilai memiliki karakter berbeda.
“Kami datang lebih awal untuk adaptasi dan pemanasan. Ada perbedaan ritme dan pola permainan, tapi sejauh ini proses adaptasi berjalan baik. Target kami tentu ingin meraih gelar,” kata Michael.
Ali Bustomi













