blank
Wakil Ketua DPRD Jepara Junarso dan Pratikno bersama Direktur Tata Kelola Pemenuhan Gizi BGN RI, Prof. Dr. Ir. Sitti Aida Adha Taridala,M.Si . Dok Pribadi

JEPARA (SUARABARU.ID) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG)  dirancang bukan hanya untuk melakukan intervensi kesehatan bagi anak sekolah, balita, ibu hamil dan ibu menyusui, tetapi juga juga untuk menggerakkan ekonomi lokal dan mengentaskan kemiskinan.

Untuk memastikan fungsi MBG sebagai stimulus bagi pengembangan  ekonomi lokal dapat berjalan maksimal, Wakil Ketua DPRD Jepara Junarso dan Pratikno telah mengunjungi Badan Gizi Nasional RI di Jakarta, Jumat (13/2-2026). Mereka diterima oleh Direktur Tata Kelola Pemenuhan Gizi BGN RI, Prof. Dr. Ir. Sitti Aida Adha Taridala,M.Si di ruang kerjanya.

blank
Direktur Tata Kelola Pemenuhan Gizi BGN RI, Prof. Dr. Ir. Sitti Aida Adha Taridala,M.Si saat menerima kunjungan Wakil Ketua DPRD Jepara Junarso dan Pratikno. Foto: Dok Pribadi

Menurut Junarso dalam diskusi yang berjalan produktif ini fihaknya mendorong agar Badan Gizi Nasional memastikan bahwa semua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) lebih mengutamakan penggunaan bahan baku lokal.

“Jika seluruh kebutuhan bahan baku SPPG ini di suplai oleh para petani, peternak dan nelayan lokal maka dipastikan akan mampu menggerakkan ekonomi akar rumput,” ujar Junarso.

Menurut Junarso, ekonomi akar rumput dalam MBG  adalah aktivitas ekonomi yang berbasis masyarakat bawah yang terdiri dari petani, peternak, nelayan dan pedagang kecil yang beroperasi di lingkungan lokal.” Pada umumnya modalnya sangat terbatas. Namun mereka adalah tulang punggung ekonomi yang mampu  menjadi penopang pemerataan pendapatan dan penjaga  ketahanan ekonomi daerah,” urai Junarso

blank
Wakil Ketua DPRD Jepara Junarso dan Pratikno saat kunjungi Badan Gizi Nasional RI di Jakarta. Foto: Dok Pribadi

Jika dapat dilakukan kolaborasi antara SPPG dengan kelompok-kelompok petani, peternak dan nelayan tentu program ini akan menjadi stimulus ekonomi yang berdampak luas untuk mengembangkan ekonomi akar rumput.

Junarso  juga menjelaskan, agar mata rantai pasok bahan baku dapat berjalan baik dan terjaga kesinambungannya, maka pemberdayakan petani, nelayan dan peternak perlu dilakukan melalui penguatan kelompok-kelompok. “Bahkan UMKM Mitra Program MBG dapat difasilitasi pembiayaan awal untuk memastikan keberlangsungan rantai pasok,”  terang Junarso

Hadepe