blank
Bupati Purworejo menggunting pita bunga sebagai tanda dibukanya Purworejo Expo 2026 Foto : age

PURWOREJO (SUARABARU.ID) – Purworejo Expo 2026 dibuka dengan tarian tradisional Ndolalak yang menggambarkan gerak energik, semangat dan artistik oleh Seniman tarian dari Banyuurip Purworejo. Seperti menyemangati para pelaku UMKM se Purworejo yang mendisplay karya nya di Purworejo Expo 2026.

Acara ini menghadirkan berbagai pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menampilkan aneka produk barang dan jasa khas daerah. Selain itu juga produk pertanian turut berpartisipasi dengan memamerkan hasil budidaya mereka, mulai dari tanaman pangan, hortikultura, hingga produk olahan pertanian.

Dari sini diharapkan dapat menjadi wadah untuk mempromosikan produk lokal, memperluas jaringan bisnis, serta meningkatkan daya saing ekonomi masyarakat Purworejo.

Digelar dalam rangka peringatan Hari Jadi Kabupaten Purworejo Ke – 195 Pemerintah Kabupaten Purworejo melaksanakan kegiatan Purworejo Expo Tahun 2026 yang dibuka secara resmi pada Rabu (11/2/2026) oleh Bupati Purworejo Yuli Hastuti, SH yang dihadiri antara lain Asdep Pemasaran dan Digitalisasi Usaha Mikro Kementerian UMKM RI Ari Anindya Hartika, Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Jawa Tengah Heni Susila Wardoyo dan Forkopimda Kabupaten Purworejo.

blank
Suasana berbagai stand yang ramai dikunjungi masyarakat

Dalam rangkaian acara pembukaan Purworejo Expo 2026 yang digelar di Pendopo Kabupaten Purworejo, Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Tengah menyerahkan Sertifikat Indikasi Geografis (IG) Garam Jetis yang diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Jawa Tengah, Heni Susila Wardoyo, kepada Ketua Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Garam Jetis, Marsino, serta disaksikan oleh Bupati Purworejo, beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Purworejo.

Selain menyerahkan Sertifikat Indikasi Geografis (IG) Garam Jetis dalam acara tersebut juga dilaksanakan penerimaan KUR bagi pelaku UMKM.

Bupati Purworejo dalam sambutannya menekankan bahwa Purworejo Expo 2026 merupakan ajang promosi dan pengenalan potensi daerah, khususnya produk-produk unggulan, kepada masyarakat luas. Bupati menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang promosi produk semata, tetapi juga mampu memperluas jejaring usaha, membuka peluang kerja sama, serta meningkatkan kapasitas pelaku usaha guna memperkuat ekonomi lokal yang berkelanjutan.

Acara Purworejo Expo 2026 yang akan diselenggarakan pada Tanggal 11 – 15 Februari 2026 menampilkan antara lain Expo Pameran Nasional, Pameran Kopdes Merah Putih, Business Matching, Bazaar UMKM dan Festival Kuliner, Festival Pelayanan Publik, Lomba Nyanyi, Lomba Mewarnai dan Video Kreasi Reel IG.

Acara ini juga didukung penuh dari Kementerian UMKM dan Kementerian Koperasi yang hadir dalam pembukaan Purworejo Expo dan Peresmian Kopdes Merah Putih.

“Kami sangat apresiatif terhadap peran penting sektor UMKM dan pertanian dalam roda ekonomi Purworejo. Kedua sektor ini tidak hanya menyerap banyak tenaga kerja, tetapi juga menjadi identitas produk daerah yang bisa kita kembangkan hingga pasar lebih luas,” ujar Bupati Yuli Hastuti kepada SUARABARU. ID.

Bupati menambahkan bahwa pemerintah daerah terus berupaya memberikan dukungan berupa pelatihan keterampilan, memfasilitasi pemasaran untuk meningkatkan daya saing produk lokal serta akses permodalan melalui Bank Jateng serta KUR. Melalui Purworejo Expo 2026, diharapkan produk UMKM dan hasil pertanian daerah bisa dikenal lebih luas oleh masyarakat maupun calon pembeli dari luar daerah.

Dalam rangkaian kegiatan Purworejo Expo 2026, Bupati Purworejo Yuli Hastuti secara langsung mengunjungi stand bazar yang menghadirkan produk dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta hasil pertanian daerah. Kunjungan tersebut menjadi bentuk dukungan langsung terhadap perkembangan ekonomi lokal dan kontribusi kedua sektor tersebut bagi kemakmuran masyarakat.(age)