WONOSOBO (SUARABARU.ID)- Wakil Bupati Wonosobo, Amir Husein, menegaskan bahwa perjuangan melawan kemiskinan di tahun 2026 tidak bisa hanya mengandalkan data di atas kertas.
Dalam momentum Hari Pers Nasional (HPN), ia mengajak para jurnalis untuk menjadi “mata dan telinga” pemerintah dalam menyisir warga miskin yang sering kali tercecer dari pendataan resmi.
Amir Husein memberikan apresiasi atas kontribusi jurnalis selama ini, termasuk aksi nyata seperti penanaman pohon, kegiatan sosial di Wonosobo.
“Kami berharap komunikasi yang sudah baik dapat terus ditingkatkan ke berbagai instansi. Terima kasih teman-teman HPN sudah memberikan kontribusi untuk Wonosobo selama ini,” katanya.
Pihaknya berharap kami ke depan akan lebih bersinergi lagi, terutama untuk lebih bersinergi dengan lintas OPD di Kabupaten Wonosobo.
“Termasuk juga peran media dalam mendukung kemajuan dan kemakmuran masyarakat Wonosobo,” ujar Husein saat puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2025 bersama Komunitas Jurnalis Wonosobo (KJW) yang digelar di Hotel Horison vYogyakarta, Senin (9/2/2026).
Terkait pengentasan kemiskinan, Wabup menyoroti pentingnya informasi lapangan dari para jurnalis agar bantuan tepat sasaran kepada mereka yang benar-benar membutuhkan namun sering kali luput dari pendataan formal.
“Kami berharap teman-teman pers bisa saling mendukung dengan memberikan informasi mengenai warga yang perlu ditindaklanjuti,” katanya.
Pengentasan Kemiskinan

“Karena kita tidak bisa hanya berpaku pada data Desil 1 atau Desil 2 saja. Seringkali ada temuan di lapangan yang tidak masuk dalam data tersebut,” tegas dia.
Pemkab Wonosobo telah memetakan langkah-langkah strategis untuk tahun ini, mulai dari sektor pendidikan hingga kemandirian ekonomi.
“Target utama kita dalam pengentasan kemiskinan adalah pada sektor pendidikan, khususnya penduduk usia di atas 25 tahun. Itu menjadi faktor utama,” jelas Amir Husein.
Selain itu, ia merinci target bantuan sosial lainnya yang menyasar kepada kaum disabilitas, lansia dan penderita penyakit.
“Target utama kami bersama Baznas adalah kelompok lansia, disabilitas, dan penderita penyakit menahun” imbuhnya.
Dia juga menekankan pentingnya memberikan modal usaha agar masyarakat tidak terus bergantung pada bantuan pemerintah.
“Memberikan subsidi bagi kelompok miskin untuk Usaha Bersama (KUB) agar mereka bisa mandiri dan tidak hanya bergantung pada bantuan,” lanjutnya.
Langkah ini didukung dengan kemudahan akses ke perbankan kabupaten, Korda, serta bantuan dari Baznas.
Muharno Zarka













