blank
Bawaslu Kota Semarang dan DPRD Kota Semarang menggelar diskusi publik di Balai Kelurahan Krapyak, Kamis 29 Januari 2026. foto : dok.Bawaslu

SEMARANG (SUARABARU.ID) — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Semarang dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang menghadiri kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota tingkat kelurahan berupa diskusi publik.

Bertempat di Balai Kelurahan Krapyak, Kecamatan Semarang Barat, Kamis siang 29 Januari 2026, diskusi publik tersebut mengangkat tajuk Peran Strategis Warga dalam Pencegahan Pelanggaran Pemilu.

Selain dihadiri jajaran Bawaslu Kota Semarang dan Anggota Komisi A DPRD Kota Semarang, kegiatan ini dihadiri pula oleh warga masyarakat setempat yang terdiri dari unsur RT, RW, LPMK dan juga PKK.

“Kegiatan dilaksanakan sebagai upaya memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pentingnya keterlibatan warga dalam pengawasan Pemilu sebagai upaya pencegahan pelanggaran Pemilu sejak dini,” kata Ketua Bawaslu Kota Semarang, Arief Rahman.

Selain Arief Rahman, hadir sebagai narasumber dalam diskusi publik tersebut Ketua Komisi A DPRD Kota Semarang dari Fraksi PDI Perjuangan, Joko Susilo dan Anggota Komisi A DPRD Kota Semarang dari Fraksi Partai Nasional Demokrat, Moh. Rodhi.

Arief menyampaikan bahwa masyarakat memiliki posisi strategis dalam keterlibatan pengawasan partisipatif pada masa penyelenggaraan Pemilu maupun Pilkada yang kemungkinan tahapan akan mulai di Tahun 2027 dimana dirinya menilai kegiatan ini sebagai langkah kolaboratif yang bernilai strategis.

“Kegiatan ini terbilang langka dimana dilakukan jauh sebelum tahapan Pemilu dimulai sehingga sangat strategis untuk pendidikan politik bagi masyarakat. Bisa jadi ini merupakan kolaborasi pertama yang terjadi antara Bawaslu dengan DPRD guna memperkuat konsolidasi demokrasi,” ungkap Arief.

Lebih lanjut, Arief menyampaikan bahwa diskusi publik ini menjadi sarana sosialisasi Bawaslu Kota Semarang agar masyarakat semakin memahami akan pentingnya pengawasan Pemilu.

Sementara itu, Anggota Komisi A DPRD Kota Semarang, Joko Susilo, menekankan pentingnya peran warga dalam pencegahan pelanggaran Pemilu.

“Warga memiliki peran dalam mencegah pelanggaran Pemilu sejak tahap perencanaan hingga penetapan hasil. Pencegahan pelanggaran Pemilu akan efektif apabila warga tidak bersikap pasif,” katanya.

Menurutnya, kegiatan kolaborasi seperti ini perlu diselenggarakan di seluruh Kelurahan sehingga kesadaran masyarakat dapat tumbuh dan berkembang, karena berani lapor serta peduli adalah salah satu kunci terwujudnya Pemilu yang berintegritas dan berdaulat.

Senada dengan yang dipaparkan Joko, legislator dari Fraksi Nasdem, Moh. Rodhi, menegaskan bahwa Pemilu merupakan momentum penting bagi seluruh warga negara. Dirinya mengajak masyarakat untuk terlibat aktif dalam setiap tahapan Pemilu, tidak hanya hadir waktu pencoblosan saja.

“Pemilu adalah pesta demokrasi. Kita semua punya hak untuk dipilih dan memilih,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kota Semarang dan DPRD berharap terbangun kesadaran kolektif masyarakat untuk berperan aktif dalam pengawasan Pemilu, sehingga potensi pelanggaran dapat dicegah sejak awal dan demokrasi di Kota Semarang dapat berjalan dengan lebih berkualitas.

Hery Priyono