blank
Ilustrasi tempat pembakaran genteng yang terbakar di Dusun Sarip, Desa Karangasem, Kecamatan Wirosari pada Jumat (30/1/2026) malam. Foto: Tya Widya/ilustrasi./

GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Peristiwa kebakaran melanda tempat pembakaran genteng atau brak di Desa Karangasem, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan, Jumat (30/1/2026).

Insiden kebakaran pembakaran genteng ini mengejutkan warga sekitar karena api dengan cepat membesar dan melahap bangunan brak yang biasa digunakan untuk proses produksi genteng.

Kebakaran brak tersebut terjadi di wilayah Karangasem, Wirosari, Grobogan, tepatnya di sebuah lokasi pembakaran dan pengeringan genteng milik perajin setempat. Api diketahui mulai tidak terkendali pada malam hari, saat aktivitas produksi genteng masih berlangsung.

BACA JUGA : Pameran TATAH 2026 di Museum Nasional Indonesia, Tegaskan Seni Ukir Jepara Berbasis Sejarah

Peristiwa kebakaran diketahui sekitar pukul 19.30 WIB. Saat itu, Wagimin dan Mulyono yang bekerja sebagai karyawan di tempat pembakaran genteng tersebut tengah melakukan pengeringan genteng seperti biasanya. Keduanya mendapati api dari tungku pembakaran mulai membesar dan sulit dikendalikan.

tersebut selama ini digunakan sebagai tempat pembakaran sekaligus pengeringan genteng sebelum dipasarkan. Proses pembakaran diketahui telah berlangsung selama kurang lebih 24 jam dan dinilai sudah selesai sehingga api hendak dipadamkan.

Namun, saat proses pemadaman dilakukan, situasi justru berubah. Wagimin melihat api tiba-tiba kembali muncul dari dalam tungku pembakaran dan dengan cepat membesar akibat hembusan angin yang cukup kencang di lokasi kejadian.

BACA JUGA : Sambut HPN 2026, PWI Plat K Gelar Muria Shooting Championship

Percikan api yang keluar dari tungku pembakaran langsung menyambar bagian atap bangunan brak. Kondisi bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu jati membuat api cepat menjalar ke seluruh bagian atap dan rangka penyangga.

Struktur bangunan brak yang menggunakan kombinasi kayu jati dan beton tidak mampu menahan laju api. Dalam waktu singkat, kobaran api semakin meluas dan menimbulkan asap tebal yang terlihat dari kejauhan.

Melihat api terus membesar, Wagimin dan Mulyono segera meminta bantuan warga sekitar. Warga setempat pun berdatangan dan berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sambil berusaha mengamankan area sekitar.

Upaya pemadaman secara manual tidak membuahkan hasil maksimal. Angin yang bertiup kencang justru mempercepat penyebaran api dan membuat kobaran semakin sulit dikendalikan.

Kondisi tersebut mendorong warga melaporkan kejadian kebakaran ke petugas pemadam kebakaran. Tidak lama kemudian, tim Damkar dari Pos Wirosari tiba di lokasi untuk melakukan pemadaman.

Petugas pemadam kebakaran langsung melakukan penyemprotan dan pendinginan di area brak. Setelah berjibaku selama beberapa waktu, api akhirnya berhasil dipadamkan dan tidak merembet ke bangunan lain di sekitarnya.

Peristiwa kebakaran ini selanjutnya dilaporkan ke Polsek Wirosari untuk penanganan lebih lanjut. Aparat kepolisian segera mendatangi lokasi kejadian guna melakukan olah tempat kejadian perkara.

Kapolsek Wirosari AKP Sapto Widyo memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut. Namun, kebakaran mengakibatkan kerugian material yang tidak sedikit bagi pemilik brak.

“Dari hasil pemeriksaan dan olah TKP diketahui api pembakaran terlalu besar dan semakin besar karena adanya angin yang kencang,” jelas AKP Sapto Widyo.

AKP Sapto Widyo menjelaskan bahwa faktor angin kencang menjadi penyebab utama api sulit dikendalikan. Selain itu, material bangunan yang mudah terbakar turut mempercepat penyebaran api.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, kerugian material akibat kebakaran brak pembakaran genteng tersebut ditaksir mencapai sekitar Rp30 juta. Kerusakan meliputi bangunan brak dan peralatan produksi genteng.

Peristiwa ini menjadi perhatian serius aparat kepolisian dan pemerintah setempat, mengingat wilayah Karangasem dikenal sebagai sentra perajin genteng dengan aktivitas pembakaran yang cukup tinggi.

BACA JUGA : Dinkes Blora Dorong Dapur SPPG Punya IPAL, Cegah Pencemaran di Permukiman Warga

Menanggapi kejadian tersebut, Kapolsek Wirosari mengimbau para perajin genteng di Desa Karangasem agar lebih waspada, terutama saat melakukan pembakaran genteng di tengah kondisi cuaca berangin.

“Utamakan keselamatan saat melakukan pembakaran genteng. Waspada terhadap bahaya kebakaran dengan memperhatikan api yang dipergunakan untuk pembakaran,” imbaunya.

TYA WIDYA