WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Adanya pendangkalan yang disebabkan oleh sedimentasi (pengendapan) lumpur dan penyempitan alur, dideteksi menjadi pemicu sering terjadinya banjir di Kali Wiroko. Yakni pada anak sungai Bengawan Solo yang mengalir dari hulu wilayah Hutan Kahyangan, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri, dan bermuara di perairan Waduk Gajahmungkur.
Disamping faktor lain, yakni adanya tebing kali yang longsor di sejumlah titik. Juga adanya hambatan pada alur kali, yang disebabkan oleh vegetasi rumpun bambu yang tumbang dan pohon roboh yang melintang di alur kali.
Itu semua menjadi penyebab tidak lancarnya aliran air Kali Wiroko, sehingga menyebabkan terjadinya bencana banjir. Utamanya saat turun hujan deras berkepanjangan di wilayah hulu.
Dampaknya, alur kali tak mampu menampung luapan air hujan, dan meluber ke luar menggenangi lahan pertanian, jalan desa dan perkampungan penduduk. Yang setiap kali banjir, juga menyebabkan putusnya akses hubungan darat menuju Kecamatan Tirtomoyo dan menuju ke Pacitan Jawa Timur.
Serangkaian temuan di lapangan tersebut, diperoleh setelah Tim Gabungan yang melakukan kegiatan susur alur Kali Wiroko, sejak dari bawah Jembatan Karangturi ke arah hilir. Yakni sampai ke muara kali di perairan Waduk Gajahmungkur, di Dusun Putuk, Desa Wonoharjo, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri.
Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri, Fuad Wahyu Pratama, menyatakan, kegiatan susur alur Kali Wiroko, dilakukan bersama personel TNI dan Polri, aparat dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Perum Jasa Tirta (PJT)-1.
Solusi
Juga melibatkan jajaran Forkopimcam (Kecamatan, Polsek dan Koramil) Nguntoronadi, serta relawan desa. Tujuannya, untuk mendeteksi pemicu banjir yang terjadi berulangkali, dan mencari solusi yang bersifat komprehensif.
Kegiatan susur (penyisiran) alur Kali Wiroko ini dipimpin langsung oleh Kalak BPBD Wonogiri, Fuad Wahyu Pratama, menggunakan perahu polyethylene. Mengambil start dari bawah Jembatan Karangturi, sampai titik finish di muara perairan Waduk Gajah Mungkur Dusun Putuk, Desa Wonoharjo, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri.
Hasil dari kegiatan susur Kali Wiroko itu, akan dikoordinasikan dengan pihak penguasa sungai dan pemegang ororitas Waduk Gajahmungkur, yaitu BBWS Bengawan Solo dan PJT-1. Harapannya, hasil pemetaan yang dilakukan Tim Gabungan tersebut, dapat dijadikan bahan kajian sebagai dasar kebijakan penanganan lebih lanjut.
Tim Gabungan susur Kali Wiroko juga mengusulkan adanya prioritas tindakan cepat untuk pembersihan alur, demi menjamin kelancaran aliran air di Kali Wiroko. Bersamaan itu, juga diperlukan tindakan permanen pelebaran alur, utamanya di sejumlah titik yang mengalami penyempitan.
Juga perlu dilakukan gerakan penanaman rumput Vetiver. ini demi upaya memperkuat tebing kali, utamanya pada sejumlah titik yang mengalami rawan longsor.
Tim Susur Kali Wiroko, ingin memastikan aliran air Kali Wiroko mengarus lancar menuju muaranya di perairan Waduk Gajahmungkur. Sehingga saat tiba puncak musim penghujan, tidak memicu terjadinya banjir. ”Tidak setiap kali meluap menggenangi pemukiman warga, dan menenggelamkan badan jalan,” Tegas Kalak BPBD Kabupaten Wonogiri Fuad Wahyu Pratama.(Bambang Pur)













