WONOSOBO (SUARABARU.ID)- Bupati Afif Nurhidayat dan Wakil Bupati Wonosobo Amir Husein menyambut kedatangan Wakil Presiden RI ke-13 KH Ma’ruf Amin di Pondok Pesantren Al Mubaarok Manggisan Mojotengah, Kamis (29/1/2026).
Kedatangan Wakil Presiden RI ke-13, KH Ma’ruf Amin, dalam rangka menghadiri acara Haflah Attasyakkur Lil Ikhtitamiddurus Pondok Pesantren Al Mubaarok Manggisan Mojotengah Wonosobo.
Bupati Afif menyampaikan rasa hormat dan apresiasi yang tinggi atas kehadiran Wakil Presiden RI ke-13, KH Ma’ruf Amin di Kabupaten Wonosobo. Kehadiran tokoh yang pernah menjadi orang nomer dua di Indonesia itu merupakan sebuah kehormatan bagi daerah ini.
Kehadiran beliau di tengah keluarga besar Pondok Pesantren Al Mubaarok Manggisan dinilai sebagai kehormatan sekaligus kebahagiaan bagi masyarakat Wonosobo.
Selain itu, juga sebagai bentuk perhatian terhadap dunia pesantren yang selama ini berperan penting dalam menjaga nilai -nilai keagamaan, kebangsaan dan kebersamaan umat.
Bupati Afif juga menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada para khotimin dan khotimat yang telah menyelesaikan pembelajaran kitab-kitab klasik.
Benteng Moral

Pihaknya menyampaikan selamat dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para khotimin dan khotimat yang telah menyelesaikan pembelajaran kitab-kitab klasik. Di antaranya Kitab Al-Umriti, Alfiyah Ibnu Malik dan lain sebagainya.
Capaian tersebut, sebutnya, merupakan buah dari kesungguhan, kedisiplinan dan ketekunan santri dalam menuntut ilmu di bawah bimbingan para Asatidz dan Masyayikh.
“Pondok Pesantren akan terus menjadi benteng moral sekaligus pusat lahirnya generasi yang berilmu, berakhlak dan berkepribadian kuat. Tetaplah semangat jangan merasa puas untuk selalu menuntut ilmu, karena ilmu itu tidak ada habisnya,” pesan dia.
Bupati Wonosobo juga menegaskan peran strategis pesantren dan santri dalam pembangunan daerah. Pesantren dan santri memiliki kontribusi yang sangat signifikan dalam pembangunan daerah, terutama dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) santri.
“Santri diharapkan mampu menjadi agen keteladanan, penjaga harmoni sosial dan penggerak nilai-nilai kebaikan di tengah masyarakat. Para santri yang nanti akan jadi tokoh agama diharapkan bisa menjadi kompas moral bagi masyarakat,” katanya.
Pemkab Wonosobo berharap sinergi antara pemerintah, ulama dan pesantren dapat terus terjalin dalam upaya membangun masyarakat Wonosobo yang religius, berdaya, dan berkeadaban.
Muharno Zarka













