blank
Kepala SMP Kesatrian 1 Semarang, Ning Mulyati, S.Pd. Foto: Ning S (SUARABARU.ID)

Ia juga memaparkan berbagai contoh konkret pemanfaatan AI dalam pembelajaran literasi dan numerasi, mulai dari penyusunan bahan ajar, pembuatan soal berbasis konteks, analisis hasil belajar siswa, hingga pengembangan media pembelajaran interaktif.

Materi disampaikan secara komunikatif dan aplikatif sehingga mudah dipahami dan relevan dengan kebutuhan guru sekolah dasar.

Kegiatan seminar berlangsung dengan suasana yang interaktif dan penuh antusiasme. Para peserta tampak aktif mengikuti setiap sesi, baik saat pemaparan materi maupun diskusi.

Begitupun guru-guru diberi kesempatan untuk menyampaikan pengalaman, kendala, serta praktik pembelajaran yang telah diterapkan di sekolah masing-masing.

Diskusi ini memperkaya perspektif peserta dan membuka wawasan baru mengenai strategi penguatan literasi dan numerasi.

Dalam sesi diskusi, narasumber juga menekankan pentingnya sikap kritis dan bijak dalam memanfaatkan AI. Menurutnya, guru perlu memastikan bahwa penggunaan teknologi tetap berorientasi pada peningkatan kualitas belajar siswa, bukan sekadar kemudahan atau kecepatan dalam menyelesaikan tugas administratif.

Peserta seminar menyambut kegiatan ini dengan sangat positif. Banyak guru mengaku mendapatkan inspirasi baru untuk mengembangkan pembelajaran yang lebih kreatif, inovatif, dan kontekstual. Mereka juga merasa lebih percaya diri untuk mulai memanfaatkan teknologi AI sebagai bagian dari proses pembelajaran, khususnya dalam penguatan literasi dan numerasi di kelas 6 SD.

Bagi SMP Kesatrian 1 Semarang, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata peran sekolah sebagai pusat pembelajaran dan kolaborasi pendidikan. Melalui kegiatan seminar, sekolah tidak hanya memperkuat jejaring dengan sekolah dasar, tetapi juga berkontribusi dalam membangun ekosistem pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai seminar semata, tetapi menjadi awal dari kolaborasi berkelanjutan antara SD dan SMP dalam mendampingi peserta didik. Dengan sinergi yang baik, kita dapat bersama-sama menyiapkan generasi yang memiliki kemampuan literasi dan numerasi yang kuat serta siap menghadapi masa depan,” tambah Ning Mulyati.

Dengan terselenggaranya seminar “Penguatan Kompetensi Literasi dan Numerasi melalui Pemanfaatan AI”, diharapkan para guru kelas 6 SD di Kota Semarang semakin siap menghadapi tantangan pembelajaran di era digital.