Yohana Djola Djoru
Alam yang Bernapas (Merbabu 1)
Merbabu berdiri tanpa suara,
namun tubuhnya penuh cerita.
Savana membentang seperti halaman doa,
rumput bergoyang mengikuti angin yang setia.
Kabut turun perlahan,
menutup luka yang manusia tinggalkan.
Pohon-pohon diam menjaga rahasia tanah,
sementara banyak tumbuhan
tanpa tahu ia disebut abadi.
Merbabu hidup,
bukan untuk ditaklukkan,
melainkan untuk dihargai.
Perjalanan Manusia (Merbabu 2)
Di kakimu, manusia datang dengan rencana.
Di lerengmu, rencana itu runtuh satu per satu.
Langkah melambat, napas belajar jujur.
Lelah memaksa manusia menoleh ke dalam,
menyadari batas, menyusun ulang tujuan.
Ada tawa yang lahir dari kebersamaan,
ada diam yang menyimpan pergulatan.
Merbabu tidak memilih siapa yang sampai,
ia hanya menguji siapa yang bertahan.
Sunyi yang Menyembuhkan (Merbabu 3)
Di ketinggianmu, dunia mengecil.
Nama, gelar, dan kebisingan
tertinggal di bawah.
Sunyi memeluk tanpa bertanya,
doa mengalir tanpa kata.
Di sini, manusia tidak diminta kuat,
hanya diminta jujur.
Merbabu menjadi ruang pulang,
tempat hati yang lelah
belajar tenang kembali.
Yohana Djola Djoru, mahasiswa prodi Ilkom UKSW, saat ini sedang praktik kerja di SuaraBaru.Id













