blank
Simulasi Bank Sampah Universitas Muria Kudus. Foto: ist

KUDUS (SUARABARU.ID) – Universitas Muria Kudus (UMK) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Salah satunya melalui kegiatan Simulasi Bank Sampah UMK yang digelar sebagai upaya edukasi pemilahan dan pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Lokasi Bank Sampah UMK, tepatnya di sebelah Rumah Kompos, pada Kamis (22/1/2025). Simulasi ini melibatkan sivitas akademika UMK sebagai bentuk pembelajaran langsung terkait pengelolaan sampah yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomis.

Rektor Universitas Muria Kudus, Prof. Dr. Ir. Darsono, M.Si., menyampaikan bahwa simulasi bank sampah merupakan langkah konkret kampus dalam menanamkan budaya peduli lingkungan di lingkungan perguruan tinggi.

Dalam kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan secara langsung mekanisme kerja bank sampah, mulai dari pemilahan sampah organik dan anorganik, proses penimbangan, pencatatan, hingga simulasi penukaran sampah yang memiliki nilai ekonomi.

“Melalui simulasi bank sampah ini, kami ingin membangun kesadaran bahwa sampah bukan sekadar limbah, tetapi juga memiliki nilai ekonomi apabila dikelola dengan baik dan bertanggung jawab,” ujar Prof. Darsono.

Lebih lanjut, Prof. Darsono menegaskan bahwa UMK berkomitmen menjadi kampus yang tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga menjadi contoh penerapan prinsip kampus ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Menurutnya, pengelolaan sampah terpadu di lingkungan kampus menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan berkelanjutan serta kepedulian terhadap isu lingkungan, baik di tingkat lokal maupun nasional.

“Kegiatan simulasi bank sampah ini diharapkan menjadi langkah awal pengembangan sistem pengelolaan sampah terpadu di Universitas Muria Kudus, sekaligus mendukung program pelestarian lingkungan di Kabupaten Kudus,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Bank Sampah UMK dijadwalkan akan resmi diluncurkan pada Februari 2025, sebelum memasuki bulan Ramadan, sebagai bagian dari program berkelanjutan kampus di bidang lingkungan hidup.

Ali Bustomi