blank
Direktur Sido Muncul, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat. Foto: Dok/Humas

Tolak Angin Terbukti Berkhasiat dan Naik Level

Peneliti Tolak Angin dari Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang, Dr. dr. Neni Susilaningsih, M.Si, menjelaskan, selain uji keamanan yang dilakukan oleh tim Sanata Dharma,, dilakukan pula uji khasiat yang dimulai dari penelitian pada hewan hingga uji khasiat pada manusia.

“Pemberian Tolak Angin cair selama satu minggu menunjukkan peningkatan jumlah limfosit T, peningkatan kadar sitokin seperti interferon dan interleukin, yang menandakan peningkatan respons imun. Tanpa mempengaruhi fungsi ginjal maupun hati melalui pemeriksaan kadar ureum, kreatinin. SGOT dan SGPT,” jelasnya.

Sementara itu dr. Neni mengungkapkan bahwa hasil uji toksisitas dan uji khasiat tersebut menjadi syarat penting dari Badan POM. “Inilah yang membuat Tolak Angin dapat naik level dari jamu menjadi obat herbal terstandar,” pungkasnya.

Pembuktian Ilmiah Jadi Kunci Keamanan Produk

Komisaris Independen PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk, DR. Dr. Adib Khumaidi, Sp.OT, menegaskan bahwa riset dan pengujian ilmiah merupakan bentuk pertanggungjawaban perusahaan kepada publik.

“Perlu saya perjelas dan pertegas bahwa apa yang ada di dalam sachet ini merupakan sebuah pembuktian. Scientifically proven berarti semua proses produksi, termasuk Tolak Angin, berbasis pada proses akademis dan profesional yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah,” ujarnya.

Meski produk Sido Muncul masih berada dalam kategori herbal terstandar dan belum fitofarmaka, Dr. Adib menyatakan aspek keamanan tetap menjadi prioritas utama.

“Uji toksisitas sudah dilakukan, uji khasiat juga dilakukan. Ini adalah bentuk konsen Sido Muncul bahwa produk herbal tetap harus aman dan berbasis pembuktian ilmiah,” kata Dr. Adib.

Kualitas Produk Berbasis Data, Bukan Sekadar Klaim

Brand Ambassador Tolak Angin, Andy F. Noya, menilai komitmen riset ilmiah menjadi alasan utama dirinya bersedia mendukung produk tersebut.

“Ketika diminta menjadi brand ambassador, pertanyaan saya sederhana: apakah produk ini merugikan atau menguntungkan masyarakat? Jawabannya ada pada data dan kajian ilmiah,” ujar Andy.

Keterbukaan Sido Muncul dalam membawa riset ke forum akademik, menurut Andy menjadi bukti keseriusan perusahaan menjaga mutu dan keamanan sebuah produk.

“Semua dijelaskan berbasis data dan kajian ilmiah oleh para pakar dan dokter. Kalau ada yang meragukan, silakan membantah dengan kajian ilmiah lain, bukan dengan asumsi,” tegasnya.