MAGELANG (SUARABARU.ID) – Syafiq Ridhan Ali Razan, pendaki asal Kota Magelang yang beberapa hari lalu dinyatakan hilang di Gunung Slamet, akhirnya ditemukan.
Ali ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh tim SAR gabungan di area Watu Langgar, Punggungan Gunung Malang, pada Rabu (14/1).
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kota Magelang, Catur Budi Fajar Sumarmo, menjelaskan, jenazah ditemukan sekitar pukul 10.30 WIB di kedalaman kurang lebih 50 meter
”Kami mengonfirmasi ananda Ali telah ditemukan. Saat ini fokus utama adalah proses evakuasi. Mengingat medan yang cukup berat, diperkirakan butuh waktu sekitar 15 jam untuk membawa jenazah menuju basecamp Dipajaya,” ujar Catur, dalam konferensi pers di Kantor Wali Kota Magelang, Rabu (14/1).
Dia melanjutkan, Pemerintah Kota Magelang telah berkoordinasi intensif dengan berbagai pihak, untuk memastikan proses kepulangan almarhum Ali berjalan lancar.
Setibanya di basecamp Dipajaya, jenazah langsung dibawa ke RSUD Pemalang untuk proses pemulasaran.
‘’ BPBD Kabupaten Pemalang berkomitmen membantu pengantaran jenazah hingga ke Kota Magelang,’’ terang Catur.
Menurutnya, BPBD Kota Magelang telah mengirimkan tim ke Pemalang untuk membantu proses serah terima, serta pemulangan ke rumah duka di Perum Depkes, Kota Magelang.
Catur menambahkan, jenasah Ali rencananya akan dimakamkan di pemakaman umum Sidotopo, Magelang Utara.
Selain fokus pada survivor Ali, Pemkot Magelang juga terus memberikan perhatian khusus kepada Himawan, teman Ali yang selamat.
“Kondisi psikologis Himawan saat ini masih belum stabil. Pemkot Magelang terus melakukan pendampingan kepada Himawan dan keluarganya, agar kesehatan mentalnya pulih dan dapat segera kembali beraktivitas,” tambah Catur.
Mewakili Pemkot Magelang, Catur menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada tim SAR gabungan, relawan serta seluruh lapisan masyarakat yang telah membantu, baik dalam bentuk tenaga maupun donasi saat proses pencarian dan keluarga korban.
”Semua bantuan yang masuk telah kami salurkan, baik untuk operasional tim pencarian maupun untuk keluarga almarhum. Kami mohon doa dari seluruh warga Kota Magelang agar proses evakuasi berjalan lancar, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” tutur Catur. (prokompimkotamgl)













