blank
Seorang warga melintas di tepi longsoran tanggul di pinggir Sungai Lusi yang berada di Kelurahan Kuripan. Foto: Tya Widya.

GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Pemerintah Kelurahan Kuripan memastikan rencana perbaikan tanggul Sungai Lusi yang mengalami longsoran di wilayah RT 01-02 RW 07 akan direalisasikan pada awal tahun depan.

Lokasi longsoran berada di sekitar kawasan Makam Kuripan Timur dan dinilai membutuhkan penanganan permanen karena berulang kali mengalami kerusakan.

Kelurahan Kuripan terus mengintensifkan koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana guna memastikan rencana perbaikan berjalan sesuai kebutuhan lapangan.

Pemerintah Kelurahan Kuripan mendorong kolaborasi lintas sektor agar penanganan tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga berkelanjutan.

BACA JUGA : Pengukir Jepara Diajak Belajar Bahasa Inggris, Digelar Gratis di Galeri Pelestari Ukir

Lurah Kuripan, Faiq Najib Hasan, menjelaskan bahwa kondisi tanggul Sungai Lusi kembali memburuk seiring meningkatnya debit air akibat curah hujan tinggi. Elevasi sungai yang naik memicu erosi pada struktur tanggul yang sebelumnya sudah mengalami keretakan.

“Laporan awal retakan tanggul terjadi pada Kamis, 25 September 2025. Kami langsung bersurat ke BBWS Pemali Juana pada Jumat, 26 September 2025 dan langsung ditangani hari itu juga,” ujar Faiq, Jumat (26/12/2025), kepada wartawan.

Setelah menerima laporan tersebut, BBWS Pemali Juana langsung melakukan penanganan darurat untuk mencegah longsoran meluas. Petugas memasang pancang bambu, geotekstil, serta geobag sebagai penguat sementara di titik rawan.

Pekerjaan darurat itu rampung pada Selasa (14/10/2025). Saat itu, kondisi tanggul dinilai cukup stabil untuk menahan aliran Sungai Lusi dalam jangka pendek, terutama saat intensitas hujan masih tergolong sedang.

BACA JUGA : Lengkap! Ini Susunan Pengurus DPC PDI Perjuangan Kudus Hasil Konfercab 2025

Namun, situasi berubah ketika hujan dengan intensitas tinggi kembali mengguyur wilayah Grobogan. Debit Sungai Lusi meningkat signifikan dan menyebabkan arus air mengikis bagian bawah tanggul yang telah diperkuat secara sementara.

Erosi tersebut membuat retakan lama kembali terbuka dan melebar. Tekanan air yang terus-menerus akhirnya memicu longsoran susulan di sepanjang badan tanggul yang berbatasan langsung dengan jalan lingkungan.

Akibat kejadian itu, longsoran tidak hanya merusak tanggul, tetapi juga menggerus badan jalan hingga mencapai panjang sekitar 100 meter. Kondisi tersebut memperparah akses transportasi warga di wilayah Kuripan Timur.

Lebar jalan yang semula mencapai lima meter kini menyusut drastis. Di beberapa titik, jalan hanya menyisakan ruang sekitar setengah meter sehingga menyulitkan kendaraan roda dua maupun aktivitas pejalan kaki.

Kerusakan itu langsung berdampak pada aktivitas harian warga. Selain menghambat mobilitas, kondisi jalan yang tergerus longsoran juga meningkatkan risiko kecelakaan, terutama saat hujan dan malam hari.

Beberapa hari setelah penanganan darurat selesai, retakan baru kembali muncul di sejumlah titik. Pemerintah kelurahan pun kembali menyampaikan laporan kepada instansi terkait untuk mencegah kondisi semakin parah.

“Kami sudah melaporkan ke pihak berwenang dan BBWS juga sudah beberapa kali melakukan survei ke lokasi,” jelasnya.

Ketua RT 02 RW 07 Kelurahan Kuripan, Priyono, menyebut longsoran tanggul Sungai Lusi memberikan ancaman serius bagi warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai. Menurutnya, jarak rumah warga dengan titik longsoran sangat dekat.

BACA JUGA : Kereta Api Jadi Andalan Libur Natal, Pergerakan Penumpang di Grobogan Tembus 29 Ribu

“Kalau puncak musim hujan, kami khawatir air melimpas dan masuk ke rumah warga. Posisi rumah sangat dekat dengan lokasi longsoran,” ujarnya.

Priyono menambahkan bahwa kejadian longsoran di kawasan tersebut bukanlah peristiwa baru. Dalam satu dekade terakhir, tanggul Sungai Lusi di wilayah Kuripan tercatat sudah mengalami longsor hingga tiga kali.

Kondisi tersebut membuat warga hidup dalam kekhawatiran setiap musim hujan tiba. Mereka berharap ada solusi jangka panjang yang mampu mengatasi persoalan struktur tanggul secara menyeluruh.

Sebagai bentuk ikhtiar sekaligus menjaga kearifan lokal, warga RT 01-02 RW 07 menggelar selamatan pada Sabtu (20/12/2025). Kegiatan tersebut diikuti tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.

BACA JUGA : Cerpen Pelajar Wadah Regenerasi Penulis Muda Batang

Warga memanjatkan doa agar rencana perbaikan tanggul berjalan lancar dan memberikan perlindungan maksimal bagi permukiman di sepanjang Sungai Lusi.

“Kami berharap perbaikan nanti berjalan aman, hasilnya baik dan berkelanjutan, serta memberikan rasa aman bagi masyarakat,” kata Faiq.

Masyarakat Kuripan berharap, pihak terkait agar perbaikan permanen dapat segera direalisasikan awal tahun depan. Mereka berharap langkah tersebut mampu menghentikan ancaman longsoran yang terus berulang setiap musim hujan.

TYA WIDYA