WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Dua jalur tengkorak di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, diatasi dengan pemasangan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) dan pelapisan aspal kasar. Hasilnya, kini tidak lagi terjadi kecelakaan di dua jalur blank spot tersebut.
Kasatlantas Polres Wonogiri AKP Subroto menjelaskan hal tersebut, saat mendampingi Kapolres AKBP Wahyu Sulistyo, ketika menyampaikan press release akhir Tahun 2025. Kepada awak media, dijelaskan, dua jalur tengkorak itu terdiri atas ruas jalan di Kaliancar Kecamatan Selogiri, dan di ruas jalan tanjakan-turunan tajam Tanggulangin Kecamatan Jatisrono.
Di jalur Kaliancar, dipasangi penambahan LPJU yang menjadikan jalan di ruas Kilometer (KM) 5-6 jurusan Wonogiri-Solo tersebut, kini menjadi terang di waktu malam. Ketika dulu kondisinya gelap, di ruas Kaliancar banyak terjadi tabrakan. Karena seringnya terjadi tabrakan, kemudian populer disebut sebagai jalur tengkorak.
Kemudian di jalur Tanggulangin Jatisrono, yang merupakan jalan antarprovinsi di KM 33 Wonogiri (Jateng)-Ponorogo (Jatim), dilakukan pelapisan aspal kasar. Tujuannya, agar permukaan jalan tidak licin, dan mudah menyebabkan banyak kendaraan slip mengalami kecelakaan tunggal.
Sejak dipasangani LPJU dan diberikan lapisan baru aspal kasar, sekarang tidak lagi ada kecelakaan. ”Antisipasi ini, kita lakukan melalui koordinasi bersama Dishub Wonogiri, Dishub dan DPU Bina Marga Provinsi Jawa Tengah,” tegas AKP Subroto.
Blank spot di jalan raya merupakan lokasi rawan kecelakaan berulang. Itu terjadi pada titik-titik di ruas jalan, dengan frekuensi kecelakaan tinggi. Pemicunya, disebabkan karena kondisi jalan dan perilaku pengemudi. Yakni karena kondisi gelap, yang disebabkan kurang pemasangan LPJU, atau lapis aspalnya halus dan kondisinya licin.
Dua Persen
Ikut hadir dalam penyampaian data kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) selama Tahun 2025, Kasi Humas Polres AKP Anom Prabowo. Disebutkan, jumlah kejadian selama Tahun 2025 mengalami kenaikan 2 persen, dari 1.415 menjadi 1.445 kejadian.
Korban meninggal jumlahnya turun 22 persen, dari 102 orang menjadi 80 orang. Korban lakalantas, naik 33 orang atau 2 persen. Yakni dari 1.553 menjadi 1.586. Kerugian materi (Rumat) turun Rp 407,7 juta (30 persen), dari Rp 1.381 miliar lebih menjadi Rp 974,25 juta.
Jenis Lakalantas terbanyak adalah tunggal, sebanyak 633 kali. Kasus tabrak lari ada 4 kejadian. Rentang jam kecelakaan biasa terjadi Pukul 15.00-18.00, yakni sebanyak 298 kejadian. Kendaraan yang mengalami kecelakaan didominasi Sepeda Motor (SPM) sebanyak 1.821. Usia korban terbanyak masih pada remaja dan pemuda berumur 15-19 tahun sebanyak 316 orang.
Mayoritas pemicunya, karena pengendara ceroboh, tidak mentaati peraturan dan rambu lalu lintas. Seperti mengabaikan garis pemisah lajur sebanyak 593 orang, dan gagal membuat jarak aman sebanyak 437 kejadian. Jenis kelamin korban Lakalantas di Wonogiri selama Tahun 2025, terdiri atas pria sebanyak 1.027 orang dan perempuan sebanyak 639 orang.
Berkaitan dengan meningkatnya arus lalu lintas di masa liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru), para pengendara diminta untuk taat dan disiplin mematuhi aturan dan rambu-rambu pengatur lalu lintas. Yakni dengan senantiasa mengedepankan aspek safety (keamanan) demi diri sendiri, dan demi sesama pemakai jalan.(Bambang Pur)













