
Sebagai bagian dari pendekatan preventif, Imigrasi Semarang juga membina 7 desa binaan, yaitu Desa Kadirejo dan Krandon Lor di Kabupaten Semarang, serta Desa Wonorejo, Sarirejo, Kumpulrejo, Krajan Kulon, dan Karangtengah di Kabupaten Kendal.
Pada aspek diseminasi informasi, Imigrasi Semarang secara aktif mengelola kanal media sosial resmi dengan total 854 postingan selama tahun 2025.
“Menyebarluaskan informasi sebanyak 293 press release berkeja sama dengan media online, serta 2 sosialisasi langsung yang dilaksanakan kepada masyarakat,” kata Ari.
Sementara pada sektor Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani dan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang tercatat 63.441 perlintasan orang di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.
“Sejak dibukanya penerbangan internasional, terdapat kenaikan lalu lintas orang di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang sebanyak 28,5 kali lipat lebih besar dari sebelum dibukanya penerbangan internasional,” tuturnya.
Selanjutnya pada periode Januari hingga Agustus tercatat 1.184 pelintas, setelah dibukanya penerbangan internasional tercatat ada 33.748 pelintas. Imigrasi Semarang juga melakukan penolakan masuk terhadap 11 WNA serta penundaan keberangkatan terhadap 13 WNI/WNA.
Dari sisi penerimaan negara, kinerja Imigrasi Semarang menunjukkan hasil yang sangat optimal. Realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Keimigrasian mencapai Rp81,13 miliar atau 265,29 persen dari target, dengan realisasi anggaran mencapai 97,29 persen, mencerminkan pengelolaan keuangan yang efektif dan akuntabel.
Ari menegaskan, ke depan Imigrasi Semarang akan terus berinovasi dan memperkuat sinergi lintas sektor.
Sepanjang tahun 2025, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Semarang juga berhasil meraih berbagai penghargaan, diantaranya penghargaan Srikandi peringkat III tahun 2025 atas pengelolaan arsip dan tata kelola administrasi pemerintahan berbasis elektronik.
Selain itu juga penghargaan unit terbaik dalam pengelolaan anggaran sebagai wujud pengelolaan keuangan yang efektif, efisien, dan akuntabel, serta apresiasi atas sinergi dan kerja sama dengan Bea dan Cukai.
Ning S













