KEBUMEN (SUARABARU.ID) – Kinerja manajemen PT BPR BKK Kebumen (Perseroda) menjelang akhir Desember 2025 sangat menggembirakan.
Bahkan dari tiga bidang yaitu Aset, Dana Pihak Ketiga (DPK) serta Deposito PT BPR BKK Kebumen hingga 21 Desember 2025 telah melampaui target yang direncanakan. Masih ada beberapa hari sebelum tutup buku 30 Desember 2025, diharapkan pos yang lain bisa mencapai target.
Direktur Utama dan Umum PT BPR BKK Kebumen Sutrisno SE didampingi Direktur Kepatuhan Dr Sudiharto SH MH mengungkapkan hal tersebut kepada pers menjelang tutup buku atau akhir tahun di sebuah kafe Jalan HM Sarbini, Senin (22/12) sore.
Menurut penjelasan Sutrisno, aset PT BPR BKK Kebumen 2025 direncanakan Rp 556.084.487.632 sampai 21/12 telah terealisasi Rp 560.845. 567.085 atau 100 persen lebih. Sedangkan DPK direncanakan Rp 476.987.274.323, terealisasi Rp 486.008.130.942 atau 101 persen.

Untuk Deposito juga menunjukkan tren positif dan perkembangan menggembirakan. Dari rencana 2025 Rp 211.559.404.000, terealisasi Rp 221.535.399.000 atau mencapai 104 persen.
Untuk tabungan, target 2025 sebesar Rp 265427.870.323, terealisasi Rp 264.472.731.924, atau mencapai 99,64 persen. Sedangkan untuk kredit, laba dan pendapatan, telah mencapai di atas 90 persen.
“Mudah-mudahan di akhir tahun bisa mencapai target. Mohon dukungannya dalam beberapa hari ini bebebera pos yang belum mencapai target sampai dengan 30 Desember nanti bisa tercapai. Ini harapan manajemen,”tandas Sutrisno.
Kredit Sobat Tani dan PMI
Menyinggung program prioritas PT BPR BKK Kebumen 2026, Sutrisno menerangkan, pihaknya akan terus berusaha meningkatkan penyaluran kredit pada dua sektor.
Yaitu kredit untuk sobat tani guna mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan, serta kredit bagi para pekerja migran Indonesia (PMI) atau tenaga kerja Indonesia (TKI).

Sutrisno mengakui penyaluran kredit di PT BPR BKK sampai 21 Desember baru sekitar 94 persen dari target. Hal itu tidak lepas dari persaingan kredit di perbankan dewasa ini semakin ketat. Sampai saat ini kredit sobat tani Kebumen mencapai Rp 600 juta.
Di sisi lain, Sutrisno menyampaikan bahwa petani Kebumen memperoleh subsidi bunga dari Pemkab Kebumen 1 tahun sebesar Rp 350 juta sehingga pihaknya bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Pangan Kebumen untuk penyaluran kredit sobat tani. Dengan suku bunga satu tahun 6 persen atau tiap bulan hanya setengah persen.
“Untuk kredit sobat tani ini suku bunganya sangat ringan, serta atas rekomendasi dari para penyuluh pertanian. Kami bersinergi dengan petani dan kelompok tani, terutama dalam setiap musim tanam dengan kredit sobat tani untuk mendukung olah tanah atau musim garap serta pupuk.”
Sedangkan penyaluran kredit bagi PMI dan TKI pada 2026 juga akan terus ditingkatkan karena Kebumen termasuk daerah kantong tenaga kerja yang potensial. PT BPR BKK Kebumen juga bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja serta perusahaan pengerah tenaga kerja.
Menurut Sutrisno, kredit bagi PMI sebagai upaya membantu dan menyalurkan para calon tenaga kerja agar bisa bekerja di luar negeri. Kredit bagi PMI dengan suku bunga rendah dan nominalnya berbeda-beda, tergantung negara tujuan.
Seperti calon tenaga kerja ke Jepang, pihaknya memberikan kredit Rp 75 juta dengan tenor 3-5 tahun. Hingga saat ini PT BPR BKK Kebumen telah menyalurkan kredit bagi PMI sebesar Rp 2,5 M.
”Namun Alhamdulillah baru satu tahun biasanya sudah lunas. Angsuran lewat orang tua dan PJTKI merekomendasi kapan berangkat, berapa biaya perjalanan dan sebagainya,”imbuh Sutrisno didampingi Sudiharto.
Komper Wardopo













