blank
PT PLN IP UBP Semarang serahkan bantuan untuk korban banjir Sumatra. Foto: Dok/Humas

SUMATERA BARAT (SUARABARU.ID) – Sebagai wujud nyata dari tanggung jawab sosial dan solidaritas, PT PLN Indonesia Power (IP) UBP Semarang bersama Persatuan Pegawai Unit Kerja Semarang (PP Uker Semarang) dan Persatuan Istri Karyawan Karyawati PLN IP UBP Semarang (PIKK PLN IP UBP Semarang) menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk masyarakat yang terdampak bencana banjir di beberapa wilayah Sumatra dan Aceh.

Bantuan ini merupakan hasil gotong royong dan keikhlasan seluruh insan PT PLN Indonesia Power UBP Semarang, dari jajaran manajemen, karyawan, hingga keluarga karyawan.

Dengan total manfaat sebesar Rp.19.130.000, bantuan disalurkan secara kolektif melalui Yayasan Annur PT PLN Indonesia Power pada Kamis (4/12/2025).

Adapun bantuan yang diserahkan meliputi berbagai kebutuhan mendesak untuk para korban terdampak bencana, terutama kebutuhan pokok atau sembako, untuk memenuhi ketersediaan makanan dan nutrisi bagi keluarga di lokasi pengungsian.

Selain itu, PT PLN Indonesia Power UBP Semarang juga menyalurkan kebutuhan penunjang seperti kasur, selimut, dan bantal untuk memberikan kenyamanan dan menjaga kesehatan pengungsi, khususnya anak-anak dan lansia.

Penyaluran bantuan dilakukan langsung ke 3 desa terdampak, yaitu Desa Rimbo Kalam, Desa Asem Pulo, dan Desa Batu Busuk, melalui koordinasi dengan posko bencana setempat.

Senior Manager PT PLN Indonesia Power UBP Semarang, F. Erwin Putanto menyampaikan keprihatinannya. “Kami prihatin atas musibah yang melanda saudara-saudara kita. Bantuan ini adalah komitmen kami untuk meringankan beban mereka. Kami berharap bantuan ini bisa segera dimanfaatkan dan membantu para korban melewati masa-masa sulit ini.” ungkap Erwin, Senin (8/12/2025).

Pada waktu bersamaan penyaluran bantuan, seluruh insan PT PLN Indonesia Power UBP Semarang juga melaksanakan doa bersama lintas agama yang berlangsung di PLTGU Tambak Lorok, Semarang.

Kegiatan spiritual ini untuk memohon keselamatan bagi daerah-daerah yang terdampak bencana, khususnya di wilayah Sumatera dan Aceh, sekaligus memohon perlindungan agar seluruh unit pembangkit perusahaan berada dalam kondisi andal dan aman, serta terhindar dari gangguan teknis dan non-teknis.

Doa bersama diharapkan memperkuat kesiapsiagaan unit, termasuk memastikan seluruh sistem pembangkitan, instalasi, perangkat pendukung, dan jalur suplai energi primer tetap terjaga, guna menjamin kontinuitas pasokan listrik bagi masyarakat dan sektor energi nasional.

Ning S