
Masyarakat diharapkan semakin sadar akan pentingnya perencanaan keluarga. Dukungan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tenaga penyuluh KB juga berperan penting dalam membentuk persepsi positif terhadap program ini.
Di era digital dan globalisasi, tantangan KB tidak hanya terkait dengan akses layanan, tetapi juga perubahan gaya hidup, pernikahan usia muda, dan kurangnya kesadaran generasi muda tentang kesehatan reproduksi.
Untuk itu, dibutuhkan pendekatan edukatif dan inovatif seperti Kampung KB, GenRe (Generasi Berencana), dan pendidikan pranikah agar nilai-nilai perencanaan keluarga tertanam sejak dini.
Program Keluarga Berencana merupakan investasi jangka panjang untuk membangun bangsa yang kuat. Dengan keluarga kecil yang sehat, anak-anak yang cerdas, serta masyarakat yang sejahtera, Indonesia akan melangkah pasti menuju Generasi Emas 2045, generasi yang tidak hanya banyak, tetapi juga bermutu, berdaya saing, dan berkarakter.
Ning S













