KUDUS (SUARABARU.ID) – Pembangunan Gedung Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kudus yang menelan anggaran Rp 8,4 miliar kini hampir memasuki tahap akhir. Berdasarkan hasil inspeksi mendadak (sidak) Komisi A DPRD Kudus pada Senin (8/12/2025), progres pekerjaan telah mencapai 97,25 persen dan tinggal menyisakan penyempurnaan bagian akhir.
Dalam sidak tersebut, dewan menemukan adanya beberapa penyesuaian dari rencana awal. Salah satunya pada area jalan penghubung antar gedung. Pada desain pertama, jalur tersebut direncanakan beratap dan menggunakan lantai keramik. Namun dalam pelaksanaannya, jalur tersebut dibangun tanpa atap dan menggunakan paving block.
“Ada beberapa klausul yang terpaksa dikurangi karena keterbatasan anggaran. Jalan keliling ruang anak sebenarnya bisa langsung diselesaikan, tetapi karena anggaran kurang, akhirnya direkomendasikan untuk diusulkan kembali tahun depan,” jelas Ketua Komisi A Muhammad Antono.
Gedung Perpusda Kudus disebut-sebut bakal menjadi salah satu ruang publik modern dan representatif di kota tersebut. Kompleks bangunan ini terdiri dari empat gedung yang akan difungsikan sebagai Layanan Anak, Layanan Umum, Ruang Multimedia dan Ruang Pertemuan, serta area khusus Disabilitas dan Lansia Corner.
Bupati Kudus menargetkan Perpusda sudah dapat digunakan pada Januari 2026. “Setelah pembangunan rampung, kami akan mulai proses perpindahan. SDM juga masih perlu ditambah, terutama petugas keamanan dan kebersihan, dan sudah kami ajukan,” ujar Kepala Dinas Arpusda, Mutrika.
Proyek pembangunan ini bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Perpustakaan Nasional Tahun 2024. Pembangunan dimulai sejak 2 Juli 2025 dan ditargetkan selesai pada 20 Desember 2025.
Selain empat gedung utama, Pemkab Kudus juga menambah dukungan anggaran sebesar Rp 688 juta untuk melengkapi sarana prasarana lingkungan, termasuk pembangunan pagar dan fasilitas pendukung lainnya agar kawasan Perpusda semakin nyaman dan aman bagi masyarakat.
Ali Bustomi













