JEPARA (SUARABARU.ID) – Sebagai bagian dari komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan fardlu kifayah, Majelis Kesejahteraan Sosial (MKS) Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Mayong berkolaborasi dengan Majelis Tabligh dan Ketarjihan menyelenggarakan Pelatihan Pemulasaraan Jenazah pada Ahad, 30 November 2025 bertepatan dengan 10 Jumadil Akhir 1447 H. Pelatihan ini menjadi implementasi dari program pembinaan kader yang telah dirancang dan kini dapat diwujudkan setelah rangkaian kegiatan PCA Mayong selesai dilaksanakan.
Kegiatan yang dipusatkan di Gedung Dakwah Muhammadiyah Mayong tersebut mendapatkan respons positif dari para peserta. Antusiasme tampak dari kehadiran kader PCA maupun delapan Pimpinan Ranting Aisyiyah se-Cabang Mayong, yang masing-masing mengirim lima kader sebagai perwakilan tim pemulasaraan jenazah di wilayahnya.

Ketua Panitia, Siti Yubaidah, menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang berkontribusi dalam terlaksananya kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa dukungan kuat dari PCA dan PRA menjadi energi utama yang memastikan pelatihan berjalan lancar dan penuh manfaat.
Sementara itu, Ketua PCA Mayong, Barokah, dalam sambutannya menuturkan bahwa keterampilan pemulasaraan jenazah merupakan kompetensi penting bagi kader Aisyiyah. Selain sebagai pelaksanaan syariat, keterampilan ini memberikan bekal keberanian dan ketenangan bagi kader saat harus melayani jenazah perempuan di lingkungan sendiri. Ia juga mengingatkan bahwa minimnya tenaga pemulasaraan jenazah perempuan menjadikan kader Aisyiyah memiliki tanggung jawab besar dalam mengisi kebutuhan tersebut.
Lebih dari sekadar pelatihan teknis, kegiatan ini juga menanamkan nilai spiritual dan empati sosial. Peserta diajak memahami bahwa tugas memulasara jenazah adalah bentuk kepedulian dan pelayanan mulia bagi keluarga yang sedang berduka.
Dalam pelaksanaannya, pelatihan menghadirkan tiga pemateri dari MKS PDA Jepara, yaitu Sri Sulistyo Ningsih, Nur Aini Mahmudah, dan Noor Syafa’ah. Mereka menyampaikan materi lengkap mulai dari proses memandikan, mengkafani, menshalatkan, hingga tata cara penguburan sesuai tuntunan syariat. Praktik langsung turut diberikan agar peserta dapat memahami prosedur secara tepat.
PCA Mayong berharap pelatihan ini menjadi langkah awal lahirnya tim pemulasaraan jenazah yang lebih solid dan profesional di setiap ranting. Para kader diharapkan dapat mengamalkan ilmu yang diperoleh serta terus meningkatkan kapasitas dalam rangka memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Hadepe – Irachmawati/ Dina Setyaningsih













