blank
Aliran Sungai Semarang di kawasan Gabahan, Semarang Tengah yang akan dibersihkan Jumat pagi besok. Foto: R. Widiyartono

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Kegiatan Resik-resik Kali Semarang di kawasan Semarang Tengah, Kota Semarang akan dilaksanakan Jumat pagi besok, 28 November 2025, mulai pukul 07.00.

Kegiatan yang digagas Komandan Koramil 02/Semarang Tengah Mayor Inf Sugiyarto SIP, dengan sasaran meliputi sepanjang sungai wilayah Kelurahan Gabahan, Jagalan , Kranggan dan Purwadinatan.

Mayor Inf Sugiyarto menyampaikan, tercetusnya kegiatan ini pada dirinya melaksanakan pendampingan kehadiran Wali Kota Agustina Wilujeng ke Kelurahan Jagalan di Kampung kulitanawal September 2025.

“Waktu itu Ibu Wali Kota meninjau lokasi proyek bendungan di Kelurahan Jagalan dan melihat kondisi sungai kumuh banyak sampah,” ujar dia.

Sebelumnya, tambah Mayor Sugiyarto, pihaknya sudah berinisitiatif kawasan ini  menjadi sasaran Karya bakti TNI Koramil 02 Semarang Tengah, dalam rangka HUT ke-80 TNI lalu.

blank
Kali Semarang dengan kondisi air yang dangkal dan sampah yang dibuang di sungai. Foto: R Widiyartono

“Gagasan ini disampaikan kepada Lurah Jagalan, dan ini disampaikan ke Wali Kota. Selanjutnya Ibu Wali Kota memerintahkan Danramil 02 Semarang Tengah untuk melaksanakan resik-resik bersama di sekitar di Kawasan ini,” tambah Mayor Sugiyarto.

Namun diakui, karena kesibukan tugas, barulah tanggal 28 November 2025 ini bisa dilaksanakan. “Kegiatan resik-resik kali ini akan dihadiri juga oleh Ibu Wali Kota Semarang,” ujar dia.

Kondisi Sungai Semarang

Mayor Sugiyarto menambahkan, kondisi sungai di Semarang Tengah saat ini banyak sampah berserakan khususnya di sepanjang sungai di Kelurahan Gabahan, Kranggan, Jagalan dan Purwadinatan.

blank
Banyak pohon di pinggiran Kali Semarang, di antaranya di daerah Jagalan, yang potensial merusak bangunan. Foto: R Widiyartono.

“Airnya dangkal, banyak sampah,  keruh  serta terdapat endapan lumpur dan sampah mengendap di dasar Sungai. Maka Jalan Inpeksi di sepanjang aliran Kali Semarang terkesan kumuh. Juga terdapat pohon besar yg berakar merusak jalan yangg dapat  membahayakan  rumah penduduk, ranting pohon  menjulang menutupi alur sungai termasuk jalan,” ujar Danramil.

R. Widiyartono