blank
Perahu nelayan yang terbalik di selatan pantai Tanggulangin, Kecamatan Klirong, Kebumen dievakuasi warga dan dibantu personel keamanan, Senin 24/11.(Foto:SB/Humas Polres)

KEBUMEN (SUARABARU.ID)– Sebuah perahu nelayan terbalik dihantam ombak setinggi sekitar empat meter di perairan Desa Tanggulangin, Kecamatan Klirong, Kebumen, Senin siang (24/11) 2025.

Seorang nelayan asal Desa Karanduwur Kecamatan Ayah, Kebumen, selamat dalamĀ  kecelakaan laut tersebut. Namun seorang nelayan hilang dihantam ombak dan hingga Rabu (26/11) belum ditemukan.

Kepolisian Resor Kebumen melalui Polsek Ayah dan Polsek Klirong langsung bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan dari warga setempat.

Kapolres Kebumen AKBP Eka Baasith Syamsuri melalui Wakapolres Kompol Faris Budiman mengungkapkan, peristiwa kecelaan laut itu diketahui sekitar Pukul 12.30..

“Kecelakaan diduga karena perahu nelayan dihantam ombak besar. Dari dua nelayan yang menaiki perahu tersebut, satu diantaranya sampai dengan saat ini belum ditemukan,”jelas Kompol Faris Budiman.

Dua saksi, Lasmudi dan Ali Habibi, yang tengah berada di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanggulangin, melihat seorang nelayan muncul di tepi pantai dalam kondisi linglung dengan perahu yang telah terbalik. Nelayan tersebut, Rizki (35), berhasil menyelamatkan diri dengan berpegangan pada badan perahu. Ia kemudian dievakuasi ke RS Purwaganda Kuwarasan untuk mendapatkan perawatan.

Namun rekan Rizki, nelayan bernama Sairin (50), warga Desa Karangduwur, Ayah, hilang terseret ombak.

blank
Kapolsek Klirong Kebumen AKP Untung Sutikno mengawasi para nelayan menaikkan perahu ke mobil pikap di Pantai Tanggulangan, Senin 24/11.(Foto:SB/Humas Polres)

Hingga sore hari, keberadaannya belum diketahui. Keduanya berangkat melaut dari perairan Karangduwur sekitar Pukul 10.00. Saat tiba di perairan Tanggulangin, Klirong, ombak tinggi tiba-tiba menghantam perahu Sinar Rembulan hingga terbalik.

Kapolsek Klirong AKP Untung Sutikno bersama para personel Polsek, Babinsa, dan Babinpotmar langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan. Polisi membantu evakuasi, dan memastikan keselamatan warga yang terlibat. Perahu yang rusak diperkirakan menimbulkan kerugian mencapai Rp10 juta.

“Upaya pencarian terhadap korban hilang dilakukan dengan menggandeng Basarnas dan Tim SAR Kebumen,”imbuh AKP Untung Sutikno.

Cuaca yang berubah cepat serta gelombang tinggi menjadi tantangan utama dan kendala bagi tim gabungan dalam melakukan penyisiran di laut selatan.

Polres Kebumen mengimbau para nelayan meningkatkan kewaspadaan di tengah kondisi laut selatan yang kerap berombak besar serta mengikuti informasi dari BMKG tentang cuaca daa tinggi gelombang. Aparat memastikan pencarian akan dilanjutkan agar korban bisa segera ditemukan.

Ketua Tim SAR Nelayan Lawet Perkasa di Desa Karangduwur Ayah Beja saat dihubungi mengatakan, hingga Rabu siang satu nelayan belum ditemukan. Kondisi ombak laut selatan saat ini relatif tenang namun cuaca masih hujan.

Komper Wardopo