GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Menjelang akhir 2025, pengelola Candi Joglo Semar Purwodadi menghadirkan inovasi yang menggabungkan wisata budaya dan pemanfaatan tanaman obat alami.
Candi Joglo kini mengubah area hijau di Kompleks Candi Karsa dan Karya menjadi taman herbal yang dirancang sebagai ruang edukasi terbuka.
Inovasi ini sekaligus melahirkan kawasan baru bernama Omah Herbal, yang memamerkan beragam tanaman obat warisan nenek moyang.
BACA JUGA : Bupati Jepara: Peran Guru sebagai Motor Transformasi Pembelajaran Tidak Dapat Ditunda
Muhadi, pemilik sekaligus pengelola Candi Joglo, mengatakan bahwa langkah ini muncul setelah ia menelaah kembali kekayaan budaya Grobogan.
Ia mengakui bahwa masyarakat kerap memberi perhatian pada seni dan tradisi, namun sering mengesampingkan warisan berupa pengetahuan tentang obat alami.

“Kami ingin Candi Joglo tidak hanya menampilkan seni dan budaya, tetapi juga menghidupkan kembali pemanfaatan tanaman herbal sebagai warisan nenek moyang. Di sini kita tanam ada sekitar 150 jenis,” ungkap Muhadi.
Kesadaran tersebut menuntunnya untuk mulai menanam kembali berbagai jenis tanaman obat yang dulu digunakan leluhur untuk menjaga kesehatan.
Beragam tanaman seperti bunga telang, jahe, kunyit, dan temulawak kembali dibudidayakan dan disusun menjadi sebuah apotek hidup.
Muhadi menegaskan bahwa pengembangan ini sejalan dengan semangat Candi Joglo memperkenalkan kembali tradisi lama yang sarat nilai kesehatan.
“Banyak orang mengagumi tradisi leluhur, tetapi sering melupakan bahwa mereka juga meninggalkan pengetahuan tentang obat-obatan alami,” ujarnya.
Ia kemudian mencontohkan kunyit sebagai rempah serbaguna yang sejak dulu dipercaya mampu meredakan radang dan gangguan lambung.
Menurutnya, kunyit mengandung kurkumin yang bekerja sebagai antioksidan, antimikroba, dan antiradang.
BACA JUGA : Momentum Strategis Tanamkan Jiwa Patriotisme dan Cinta Tanah Air
“Kunyit memiliki kandungan kurkumin yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh serta membantu meredakan radang dan keluhan lambung,” jelasnya.
Selain kunyit, ia juga menyoroti manfaat bunga telang yang tumbuh subur di kawasan Omah Herbal tersebut.
Berdasarkan literatur yang dipelajari, bunga telang memiliki kandungan flavonoid dan antosianin yang sangat bermanfaat bagi tubuh.

“Bunga telang kaya zat aktif yang mendukung kesehatan otak, rambut, dan kulit,” terang Muhadi.
Ia menambahkan bahwa bunga telang juga bermanfaat menjaga keseimbangan gula darah dan tekanan darah.
“Senyawa dalam bunga telang membantu melancarkan aliran darah dan menjaga kadar gula serta tekanan darah tetap stabil,” tambahnya.
BACA JUGA : Wali Kota Semarang Tegaskan Komitmen Perjuangkan Kenaikan UMR–UMSK 2026
Muhadi menargetkan keberadaan Omah Herbal dapat menjadi pusat edukasi bagi wisatawan, terutama pelajar yang ingin mempelajari obat alami.
“Kami ingin Omah Herbal menjadi sarana edukasi agar masyarakat memahami perbedaan antara obat alami dan obat kimia modern,” pungkasnya.
Dengan hadirnya taman herbal ini, Candi Joglo tidak hanya memperkaya wisata budaya Grobogan, tetapi juga menghidupkan kembali pengetahuan kesehatan tradisional yang diwariskan turun-temurun.
TYA WIDYA













