blank
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama UIN Sunan Kudus, Dr. Kisbiyanto, S.Ag., M.Pd. foto: ist

KUDUS (SUARABARU.ID) – Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama UIN Sunan Kudus, Dr. Kisbiyanto, S.Ag., M.Pd., menyampaikan apresiasi dan penghormatan setinggi-tingginya kepada para pendidik di seluruh Indonesia dalam momentum Hari Guru Nasional yang diperingati pada 25 November 2025.

“Kita semua menyambut baik dan mengucapkan Selamat Hari Guru 25 November 2025 kepada semua guru yang menjadi pahlawan bagi semua orang. Guru mengajar dan membimbing semua manusia menjadi terpelajar, cerdas, dan berakhlak mulia,” ujarnya, Minggu (23/11/2025).

Tahun ini terdapat dua tema peringatan Hari Guru Nasional. Pertama, tema dari Kemendikdasmen yakni “Guru Hebat, Indonesia Kuat”, yang menegaskan peran guru sebagai agen perubahan yang membangun generasi Indonesia unggul dan berkualitas. Tema kedua datang dari Kementerian Agama RI yaitu “Merawat Semesta dengan Cinta”, yang menggambarkan sosok guru yang peduli dan penuh rasa kasih terhadap sesama, ilmu pengetahuan, dan alam.

Kisbiyanto menekankan bahwa momen Hari Guru menjadi pengingat penting mengenai peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pendidik di Indonesia. Profesionalitas dan kompetensi guru harus terus diperkuat, disertai apresiasi kesejahteraan yang layak dari pemerintah maupun masyarakat.

“Guru dalam jabatan memang perlu terus beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hasil riset terbaru harus dijadikan paradigma baru keilmuan. Artificial intelligence atau AI juga harus mulai dibiasakan,” jelasnya.

“Bolehlah gaji dan tunjangan dinaikkan, asalkan sama-sama ada adaptasi yang berdampak bagi masa depan pendidikan,” tegasnya.

Ia juga menyinggung tantangan ke depan terkait masih rendahnya rata-rata kecerdasan masyarakat Indonesia, yaitu sekitar 93. Angka tersebut tertinggal dari beberapa negara ASEAN seperti Singapura 105, Thailand 101, dan Malaysia 100.

“Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tentunya baik untuk mendukung kecerdasan. Tapi juga harus diimbangi ketekunan guru, inovasi pembelajaran, dan penguatan literasi,” paparnya.

Di akhir penyampaiannya, Kisbiyanto mengajak semua pihak untuk terus menghormati dan mendukung guru sebagai pilar utama pendidikan nasional.

“Kita semua hormat dan support pada jasa guru untuk mencerdaskan anak-anak bangsa. Namun jangan lupa, kinerja juga harus ditargetkan. Selamat Hari Guru, semoga selalu diberkahi,” pungkasnya.

Ali Bustomi