blank
Polres Wonogiri bersama Polsek Giriwoyo, gerak cepat mendatangi lokasi kecelakaan untuk melakukan penanganan tabrakan maut yang menyebabkan satu meninggal dan tiga luka-luka.(Dok.Humas Polres Wonogiri)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Tabrakan maut yang melibatkan dua sepeda motor dan sebuah mobil, menyebabkan 3 korban luka-luka dan seorang meninggal dunia. Mobil station warna hitam yang terlibat dalam tabrakan maut ini, disebutkan kabur melarikan diri.

Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulsityo dan Kasat Lantas AKP Subroto melalui Kasi Humas Polres AKP Anom Prabowo, Jumat (21/11/25), menyatakan, tabrakan maut yang melibatkan tiga kendaraan bermotor tersebut berlangsung Kamis petang (20/11/25). Lokasinya di ruas jalan antar provinsi Wonogiri (Jawa Tengah) – Pacitan (Jawa Timur).

Tepatnya di depan Warung Soto Ayam Hari Gareng, di Dusun Tangkluk, Desa Sejati, Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri. Berada di Kilometer (KM) sekitar 65 Wonogiri-Pacitan. Dua sepeda motor yang terlibat rabrakan, terdiri atas Honda Beat berpelat nomor AD 6424 II dan Yamaha Mio GT berpelat nomor AD 2908 WI. Sebuah mobil melarikan diri, diidentifisikasi jenis mobil station berwarna hitam.

Korban meninggal diidentifikasi berinisial ARF (18), warga asal Dusun Bendungan, Desa Kulurejo, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri. Saat kejadian, dia berposisi sebagai pembonceng belakang. Korban mengalami luka berat pada kepala dan patah tulang paha serta dinyatakan meninggal dunia di Rumah Sakit.

Korban luka terdiri atas Yorri Prahastiwi (19) warga Desa Sumber Agung, Kecamatan Batuwarno, Kabupaten Wonogiri, sebagai pengendara Honda Beat. Yorri mengalami luka lecet di kaki, tangan, dan pipi dan dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Maguan.

Korban luka kedua, Iyan Sapto Nugroho (25) warga Dusun Dringo, Desa Wonoharjo, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri. Pengendara Yamaha Mio GT ini, mengalami penurunan kesadaran dan pendarahan mata kiri serta dirujuk ke RS Hermina Wonogiri.

Selanjutnya korban luka ketiga adalah Muhammad Rizki (26) warga Dusun Tempuran, Desa Bulurejo, Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri. Saat kejadian, dia berposisi pembonceng di bagian tengah. Muhammad Rizki mengalami luka lecet dan menjalani rawat jalan.

Nyalip

Kapolsek Giriwoyo Ipru Margiyanto, menyatakan, kecelakaan tersebut dipicu oleh sepeda motor Yamaha Mio GT yang berboncengan tiga orang. Melaju untuk berusaha mendahului (nyalip) mobil station warna hitam di depannya.

Tapi malang, bagian kemudi sepeda motor Yamaha Mio GT menyenggol bodi belakang mobil. Dampaknya, menyebabkan sepeda motor terjatuh dan terpental ke jalur berlawanan, selanjutnya bertabrakan dengan sepeda Motor Honda Beat yang datang dari arah berlawanan. Tabrakan dua sepeda motor ini tidak dapat dihindari, karena jarak yang terlalu dekat.

Setelah menerima laporan, personel Polsek Giriwoyo bersama Unit Laka Sat Lantas Polres Wonogiri segera mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan. Yakni mengevakuasi korban untuk dibawa ke rumah sakit. Juga mengamankan barang bukti serta meminta keterangan dari saksi-saksi.

Bersamaan itu, petugas juga langsung berkoordinasi dengan jajaran, untuk penelusuran lebih lanjut terkait mobil station hitam yang kabur dari lokasi kejadian.

Kasat Lantas Polres Wonogiri AKP Subroto melalui Kasi Humas AKP Anom Prabowo, menegaskan, telah memberikan penanganan secara cepat pada kasus kecelakaan maut tersebut. Yakni dengan mengedepankan langkah cepat di lapangan, untuk memastikan penanganan korban, pengamanan TKP, serta pendalaman penyelidikan. ”Kendaraan yang melarikan diri sedang kami identifikasi. Polri berkomitmen menyelesaikan kasus ini secara profesional,” tegasnya.

Kasi Humas Polres Wonogiri AKP Anom, mengingatkan tentang pentingnya berdisiplin dalam berlalu lintas. Demi keselamatan, tidak melakukan pelanggaran, termasuk dilarang berboncengan lebih dari satu orang. Juga menjaga kecepatan berkendaraan dalam batas aman.

“Kecelakaan ini, menjadi pengingat bahwa pelanggaran sekecil apa pun dapat berakibat fatal,” tegas AKP Anom Prabowo. karena itu, mengimbau masyarakat, khususnya para pelajar, agar selalu mengutamakan keselamatan dalam berkendaraan.(Bambang Pur)