blank
Direktur TI BPJS Kesehatan Edwin Aristiawan menyerahkan penghargaan bintang tiga kepada Direktur RSI Sunan Kudus dr Akhmad Syaifuddin. foto: Ali Bustomi

KUDUS (SUARABARU.ID) – Rumah Sakit Islam (RSI) Sunan Kudus kembali mencatat prestasi membanggakan. BPJS Kesehatan memberikan penghargaan bintang tiga atas komitmen rumah sakit ini dalam transformasi digital layanan kesehatan, khususnya melalui penerapan sistem antrean online yang telah terintegrasi dengan Mobile JKN dan i-Care JKN.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan, Edwin Aristiawan, kepada Direktur RSI Sunan Kudus, dr. Akhmad Syaifuddin, dalam acara yang digelar di Rapat Asyartul Qirom lantai 2, Jumat (21/11/2025). Turut hadir jajaran direksi dan pengurus yayasan RSI Sunan Kudus.

Sebelum menyerahkan penghargaan, Edwin meninjau langsung proses layanan digital yang berjalan di RSI Sunan Kudus. Ia bahkan menyempatkan berdialog dengan pasien untuk mendengar pengalaman mereka menggunakan layanan digital rumah sakit.

Transformasi Digital Jadi Kunci Pelayanan Modern

Dalam sambutannya, Edwin menyebut RSI Sunan Kudus sebagai salah satu rumah sakit yang istimewa. “Tidak semua rumah sakit saya kunjungi. Hanya yang memiliki prestasi dan nilai lebih,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa digitalisasi kini menjadi kebutuhan dalam layanan kesehatan. Namun, transformasi digital bukan hanya soal membeli teknologi, melainkan mengubah budaya dan pola pikir (mindset) dalam bekerja.

“RSI Sunan Kudus telah berhasil mengubah mindset dalam layanan sehingga teknologi digital benar-benar dimanfaatkan,” tegasnya.

Edwin juga mengungkapkan bahwa BPJS Kesehatan tengah mempercepat transformasi digital untuk melayani 281 juta peserta, atau hampir 99 persen penduduk Indonesia. Saat ini baru sekitar 50 persen peserta yang menggunakan aplikasi Mobile JKN.

“Bayangkan jika semuanya sudah menggunakan teknologi digital, urusan layanan kesehatan di negara ini akan jauh lebih sederhana,” jelasnya.

Dorong Literasi Digital dan Keamanan Siber

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa literasi digital Indonesia masih tertinggal dibanding sejumlah negara di Asia Tenggara. Karena itu, ia mengajak seluruh pihak memperkuat kolaborasi digital.

“BPJS tidak bisa berjalan sendiri. Kita harus bersama-sama,” serunya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya penguatan cyber security agar perkembangan layanan digital tetap aman dari penyalahgunaan data.

Direktur RSI Sunan Kudus, dr. Akhmad Syaifuddin, menyampaikan apresiasi atas penghargaan tersebut dan menegaskan komitmen rumah sakit terhadap pelayanan yang mudah, cepat, dan setara bagi peserta JKN.

“Penghargaan ini menjadi pemicu semangat kami untuk terus memberikan layanan prima bagi pasien. Terima kasih atas dukungan dan kerja sama yang terjalin selama ini,” tutupnya.

Ali Bustomi